Sudah Ditutup, Lokalisasi Dolly Tetap Buka

Jum'at, 20 Juni 2014 - 12:09 WIB
Sudah Ditutup, Lokalisasi...
Sudah Ditutup, Lokalisasi Dolly Tetap Buka
A A A
SURABAYA - Koordinator Tim Advokasi Front Pekerja Lokalisasi (FPL) Anisa menilai, deklarasi penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak oleh Pemkot Surabaya tidak wajib ditaati. Alasannya, deklarasi tersebut bukan produk hukum yang mengikat.

"Deklarasi tidak punya kekuatan hukum yang mengikat siapapun. Tidak ada kewajiban untuk mentaati deklarasi. Jadi enggak ada pengaruhnya dengan lokalisasi Dolly," kata Anisa, kepada wartawan, Jumat (20/6/2014).

Kata Anisa, warga lokalisasi akan terus melawan upaya penutupan. Salah satunya dengan melakukan gugatan terhadap produk hukum yang akan dikeluarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, setelah deklarasi penutupan, seperti Surat Keputusan (SK) Walikota.

"Deklarasi Pemkot Surabaya cenderung bersifat politis, bukan solusi bagi keberadaan lokalisasi. Selama ini pemkot telah berkoar-koar akan menutup Dolly. Saya menganggap deklarasi ini hanya untuk menutup malu saja, dan cenderung politis," terangnya.

Lebih lanjut, dia menuding deklarasi dilakukan sepihak. Dia mengibaratkan, deklarasi penutupan Dolly dan Jarak sama halnya ketika ada seorang pemuda menyatakan cinta kepada perempuan. Rupanya, cinta itu bertepuk sebelah tangan, karena pihak yang satunya tidak mau menerima pernyataan cinta itu.

"Deklarasi penutupan ini sama dengan itu. Di sana deklarasi penutupan. Nah, yang ditutup ada, wong warga di lokalisasi Dolly dan Jarak ini menolak. Sama dengan cinta bertepuk sebelah tangan," jelasnya.

Anisa juga menanggapi pernyataan Gubernur Jawa Timur Soekarwo yang menyatakan bahwa dengan tetap dibiarkan terbukanya lokalisasi Dolly, pemerintah telah melanggar HAM. Yakni, hak untuk memperoleh kehidupan yang layak dan bermartabat.

"Sekarang pertanyaannya, negara bisa enggak memberikan rakyatnya hidup layak dan bermartabat? Kalau kesejahteraan rakyat sudah terpenuhi, baru silakan ditutup lokalisasi ini. Penutupan ini terlalu dini," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, malam tadi lokalisasi masih tetap beroprasi. Sejumlah PSK dan mucikari tetap beraktivitas seperti biasa. Tidak ada perubahan, meski deklarasi penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak sudah dilakukan, pada Rabu 18 Juni 2014 malam.
(san)
Berita Terkait
Malam di Dolly dan Kerlip...
Malam di Dolly dan Kerlip Rezeki yang Abadi
Coba Bangkitkan Kembali...
Coba Bangkitkan Kembali Prostitusi Dolly, 10 Orang Diproses Hukum
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Asia Tenggara Itu Kini Jadi Sentra Kuliner, Yuk Intip Sajiannya
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Bisnis Esek-esek Itu...
Bisnis Esek-esek Itu Masih Tumbuh Subur di Kota Pahlawan, Dolly Belum Mati
Diajak ke Eks Lokalisasi...
Diajak ke Eks Lokalisasi Dolly, Ini Komentar Scroll of Honour Award
Berita Terkini
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
6 jam yang lalu
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
6 jam yang lalu
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
6 jam yang lalu
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
7 jam yang lalu
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
8 jam yang lalu
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
13 jam yang lalu
Infografis
5 Manfaat Makan Kurma...
5 Manfaat Makan Kurma Saat Sahur dan Buka Puasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved