1.449 PSK Dolly dan 350 Mucikari Dapat Kompensasi

Kamis, 19 Juni 2014 - 10:49 WIB
1.449 PSK Dolly dan...
1.449 PSK Dolly dan 350 Mucikari Dapat Kompensasi
A A A
SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan waktu lima hari bagi para Pekerja Seks Komersial (PSK) Dolly dan mucikari untuk mengambil uang kompensasi atas penutupan lokalisasi Dolly.

Lima hari tersebut terhitung mulai besok hingga Senin 23 Juni 2014 mendatang. Pembagian kompensasi akan dipusatkan di kantor Koramil Sawahan Kecamatan Sawahan. Hal itu disampaikan Risma, usai acara deklarasi penutupan lokalisasi Dolly, di Gedung Islamic Centre, Rabu 18 Juni 2014 malam.

Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini mengatakan, ada sebanyak 1.449 PSK Dolly dan 350 mucikari yang terdata dan berhak menerima kompensasi.

Dari Kementerian Sosial (Kemensos) sendiri sudah menganggarkan dana sebesar Rp7,3 miliar. Sedangkan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) sebesar Rp1,5 miliar.

"Jika dalam waktu lima hari yang sudah kami tetapkan uang kompensasi tidak diambil, maka uangnya akan kami kembalikan lagi ke Kemensos. Selanjutnya, yang hendak mengambil uang kompensasi melebihi batas waktu yang kami tetapkan, maka uang kompensasi tidak bisa diberikan," katanya, tadi malam.

Risma mengakui bahwa, tidak mudah untuk menutup lokalisasi. Meski begitu, bukan berarti tidak bisa. Sebelumnya, orang nomor satu di Surabaya ini juga menutup lokalisasi Moro Seneng Di Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo.

Kemudian di Dupak Bangunsari, serta Kremil di Tambakasri. Setelah lokalisasi itu ditutup, warga bisa menjadi lebih sejahtera dengan pekerjaan yang lebih bermartabat. Selain ingin mengubah sumber penghidupan warga, pihaknya juga ingin mengendalikan penyebaran virus HIV/AIDS.

Saat ini, jumlah pengidap virus mematikan tersebut dari lokalisasi Dolly mencapai 218 PSK. Tak hanya itu, dia juga ingin menghapus rantai perdagangan manusia di lokalisasi.

"Setelah nanti pembagian uang kompensasi tuntas, maka selanjutnya kami akan menegakkan Perda (Peraturan Daerah Nomor 7 tahun 1999 tentang Larangan Menggunakan Bangunan Untuk Tempat Asusila," paparnya.
(san)
Berita Terkait
Malam di Dolly dan Kerlip...
Malam di Dolly dan Kerlip Rezeki yang Abadi
Coba Bangkitkan Kembali...
Coba Bangkitkan Kembali Prostitusi Dolly, 10 Orang Diproses Hukum
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Asia Tenggara Itu Kini Jadi Sentra Kuliner, Yuk Intip Sajiannya
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Bisnis Esek-esek Itu...
Bisnis Esek-esek Itu Masih Tumbuh Subur di Kota Pahlawan, Dolly Belum Mati
Diajak ke Eks Lokalisasi...
Diajak ke Eks Lokalisasi Dolly, Ini Komentar Scroll of Honour Award
Berita Terkini
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
9 menit yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
1 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
2 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
2 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
4 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
5 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved