Sahh.. Lokalisasi Dolly dan Jarak Tutup Buku

Kamis, 19 Juni 2014 - 09:50 WIB
Sahh.. Lokalisasi Dolly...
Sahh.. Lokalisasi Dolly dan Jarak Tutup Buku
A A A
SURABAYA - Kendati muncul beragam penolakan dari warga, tak membuat Pemkot Surabaya bergeming untuk menutup lokalisasi Dolly dan Jarak, melalui deklarasi di Gedung Islamic Center, Jalan Dukuh Kupang, Surabaya.

Tadi malam, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menggelar deklarasi penutupan Dolly dengan disaksikan Menteri Sosial RI Salim Segaf al Jufri, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, Kapolada Jatim Irhen Pol Unggung Cahyono, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Usai deklarasi, pemerintah akan menggelontorkan dana untuk alih fungsi dan alih profesi bagi masyarakat Dolly. Bantuan tersebut untuk PSK, mucikari dan warga sekitar. Nilai bantuan yang akan digelontorkan sebesar Rp7,317 miliar dari Kementrian Sosial, dan Rp1,555 miliar dari Pemprov Jatim.

Menteri Sosial RI Salim Segaf mengatakan, bantuan secara simbolik diberikan kepada 311 orang. Mereka adalah unsur dari PSK dan mucikari di Dolly dan Jarak. Dia menjelaskan, sejak tahun 2012, Kementrian Sosial memang fokus membantu sejumlah daerah di Indonesia terbebas dari prostitusi.

"Kita serius berantas ini, Tiongkok saja tidak ada lokalisasi. Masa kita sebagai masyarakat beragama membiarkan adanya lokalisasi," kata Salim, di Islamic Center, Surabaya, Rabu 18 Juni 2014 malam.

Senada dengan Salim, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan, penutupan Dolly dan Jarak merupakan upaya besar yang harus mendapatkan dukungan semua pihak. Namun, tanpa kegigihan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, penutupan ini juga tidak akan bisa terjadi. "Dengan kegigihan Bu Wali, Dolly dan Jarak bisa selesai," katanya.

Dia berharap, selain pengentasan warga di lokalisasi, pemberantasan kemiskinan di Jawa Timur juga harus terus menerus dilakukan. Saat ini, ada 369 ribu rumah tangga sangat miskin dari 493 rumah tangga yang bisa dientaskan.

"Ini butuh kerja lebih keras lagi. Untuk Surabaya kami yakin Bu Wali konsen masalah ini," katanya.

Sementara itu, berdasarkan pengamatan di lapangan, aksi penolakkan warga masih berlangsung. Bahkan hingga malam tadi, sejumlah warga di lokalisasi Dolly masih terus berjaga-jaga. Mereka menganggap penutupan itu sepihak dan tidak perllu ditaati.
(san)
Berita Terkait
Malam di Dolly dan Kerlip...
Malam di Dolly dan Kerlip Rezeki yang Abadi
Coba Bangkitkan Kembali...
Coba Bangkitkan Kembali Prostitusi Dolly, 10 Orang Diproses Hukum
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Asia Tenggara Itu Kini Jadi Sentra Kuliner, Yuk Intip Sajiannya
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Bisnis Esek-esek Itu...
Bisnis Esek-esek Itu Masih Tumbuh Subur di Kota Pahlawan, Dolly Belum Mati
Diajak ke Eks Lokalisasi...
Diajak ke Eks Lokalisasi Dolly, Ini Komentar Scroll of Honour Award
Berita Terkini
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
26 menit yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
2 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
3 jam yang lalu
Raih Penghargaan MURI,...
Raih Penghargaan MURI, BPJPH Diapresiasi Berbagai Pihak
3 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
4 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
4 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved