PSK Dolly Asal Blitar Akan Dites HIV/AIDS

Selasa, 17 Juni 2014 - 20:29 WIB
PSK Dolly Asal Blitar...
PSK Dolly Asal Blitar Akan Dites HIV/AIDS
A A A
BLITAR - Pemerintah Kabupaten Blitar akan memberlakukan tes HIV/AIDS kepada 47 orang Pekerja Seks Komersial (PSK) lokalisasi Dolly asal Kabupaten Blitar. Sebelum para PSK itu pulang ke kampung halaman dan berintegrasi dengan lingkungan, Dinas Kesehatan akan memastikan kondisi kesehatan masing-masing eks PSK Dolly.

"Kita akan periksa kesehatannya, terutama terkait HIV/AIDS," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Kuspardani, Selasa (17/6/2014).

Secara medis, eks PSK Dolly termasuk ke dalam kelompok risiko tinggi. Kebijakan Pemkot Surabaya menutup Dolly pada 18 Juni 2014 besok, membuat mereka yang sebelumnya berada di wilayah khusus (terlokalisir) akan membaur ke dalam ruang publik (masyarakat). Permasalahan akan muncul bila penutupan tidak dipersiapkan dengan matang. "Berbagai kemungkinan akan muncul. Misalnya, ternyata mereka tidak menghentikan profesinya. Dengan sembunyi-sembunyi tetap melakukan aktivitas yang sama. Ini yang perlu diwaspadai," jelasnya.

Kendati demikian, tes HIV/AIDS terhadap eks PSK Dolly tidak bersifat memaksa. Dinkes tidak akan mengirimkan petugas untuk melakukan jemput bola. Menurut Kuspardani, Dinkes memilih bersifat pasif, menunggu eks penghuni Dolly berinisiatif mendatangi klinik yang telah disediakan untuk penanganan kasus HIV/AIDS. "Selain itu, melalui puskesmas setempat kita akan terus melakukan pemantauan di lapangan," jelasnya.

Informasi yang dihimpun, Dinas Sosial Kabupaten Blitar hingga kini terus melakukan pendataan. "Kita akan terus berkoordinasi dengan dinas sosial setempat," pungkas Kuspardani.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar Abdul Munib meminta eksekutif untuk melakukan penanganan dengan serius. Sebagai wakil rakyat, politisi PKB ini tidak berharap penutupan lokalisasi Dolly akan menimbulkan keresahan di daerah. "Segala langkah yang bertujuan antisipasi harus dimaksimalkan. Jangan sampai dampak penutupan akan menimbulkan keresahan di masyarakat, khususnya Kabupaten Blitar," ujarnya.
(zik)
Berita Terkait
Malam di Dolly dan Kerlip...
Malam di Dolly dan Kerlip Rezeki yang Abadi
Coba Bangkitkan Kembali...
Coba Bangkitkan Kembali Prostitusi Dolly, 10 Orang Diproses Hukum
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Asia Tenggara Itu Kini Jadi Sentra Kuliner, Yuk Intip Sajiannya
Bisnis Esek-esek Itu...
Bisnis Esek-esek Itu Masih Tumbuh Subur di Kota Pahlawan, Dolly Belum Mati
Diajak ke Eks Lokalisasi...
Diajak ke Eks Lokalisasi Dolly, Ini Komentar Scroll of Honour Award
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
4 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
4 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
4 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
5 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
7 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
8 jam yang lalu
Infografis
Konten Kreator Muslim...
Konten Kreator Muslim asal Israel Beli Paspor Rp2 Miliar demi Masuk Malaysia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved