Lokalisasi Dolly Ditutup, PSK Mengadu ke Komnas HAM

Rabu, 11 Juni 2014 - 17:25 WIB
Lokalisasi Dolly Ditutup,...
Lokalisasi Dolly Ditutup, PSK Mengadu ke Komnas HAM
A A A
SURABAYA - Para Pekerja Seks Komersial (PSK), mucikari, dan warga terdampak penutupan Lokalisasi Dolly meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) segera turun tangan menengahi kisruh penutupan lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara tersebut.

Mereka merasa ada intimadasi yang dilakukan oknum tertentu, pada pihak-pihak yang menolak penutupan lokalisasi. Anggota Front Pekerja Lokalisasi (FPL), elemen yang menolak penutupan Dolly, Saputra mengatakan, keterlibatan Komnas HAM dalam soal Dolly ini sangat tepat.

Pasalnya, kebijakan penutupan tersebut mengabaikan HAM. Salah satunya, tidak ada kejelasan nasib dan masa depan dari para PSK, mucikari, dan juga warga jika lokalisasi ini ditutup.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga dianggap tidak serius dalam melakukan penutupan. Hingga saat ini, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tidak pernah turun langsung berdialog dengan warga terdampak. Anehnya, malah meminta wakilnya, Wisnu Sakti Buana yang berdialog dengan warga.

“Rencananya anggota Komnas HAM akan datang ke Dolly besok (hari ini),” katanya, kepada wartawan, Rabu (11/6/2014)

Pria berambut panjang ini menjelaskan, Komnas HAM dalam kesempatan ini akan menggelar dialog dengan PSK, mucikari, dan juga warga terdampak. Dari dialog ini diharapkan mampu menampung aspirasi dan keluh kesah mereka yang dirugikan atas penutupan lokalisasi yang dibangun Dolly Van Der Mart itu.

Apalagi, oleh warga setempat, pemkot dianggap sebagai pembohong, karena tidak mampu merealisasikan janji-janjinya. Misalnya, pemberian kompensasi atas penutupan. Selain mengggelar dialog dengan Komnas HAM, FPL juga menggelar pengajian yang digelar sekitar wisma Dolly.

“Kami akan terus berjuang sampai ada keputusan bahwa, Dolly tidak akan ditutup,” tandasnya.

Tim Advokasi FPL Anis menambahkan, sebelumnya dia sudah mengirim surat permintaan pada Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo untuk juga turun tangan menyikapi persoalan Dolly. Sayangnya, surat tersebut tak kunjung mendapat jawaban dari orang nomor satu di Jatim tersebut.

Menurutnya, Soekarwo harus turun tangan. Jika tidak, dikhawatirkan muncul konflik horizontal antara warga yang sepakat penutupan dengan yang menolak penutupan.

“Jika pemkot tidak mampu mengelola kisruh yang ada di Dolly, maka akan timbul konflik horizontal. Jika ini dibiarkan, tidak menutup kemungkinan muncul kebencian antar warga,” terangnya.

Sementara itu, politikus asal PDI-P Sukadar meminta agar pemkot tidak ngotot melakukan penutupan. Sebab, antara pemkot dan warga tidak pernah terjadi dialog untuk merumuskan langkah-langkah apa setelah penutupan.

Ketika pemkot mengeluarkan kebijakan, khususnya penutupan Dolly, harus dikaji terlebih dulu, kebijakan itu menguntungkan atau tidak bagi warga. Pihaknya sendiri menyangsikan bahwa ada sejumlah warga yang menyatakan sikap mendukung atas penutupan Dolly.

“Kalau ada warga yang datang ke wali kota dan mengaku sepakat penutupan, tolong kasih tahu warga yang mana itu. Apa benar dia warga disekitar Dolly,” katanya.
(san)
Berita Terkait
Malam di Dolly dan Kerlip...
Malam di Dolly dan Kerlip Rezeki yang Abadi
Coba Bangkitkan Kembali...
Coba Bangkitkan Kembali Prostitusi Dolly, 10 Orang Diproses Hukum
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Asia Tenggara Itu Kini Jadi Sentra Kuliner, Yuk Intip Sajiannya
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Bisnis Esek-esek Itu...
Bisnis Esek-esek Itu Masih Tumbuh Subur di Kota Pahlawan, Dolly Belum Mati
Diajak ke Eks Lokalisasi...
Diajak ke Eks Lokalisasi Dolly, Ini Komentar Scroll of Honour Award
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
46 menit yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
56 menit yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
1 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
1 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
3 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved