Sultan HB X Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku Kekerasan

Senin, 02 Juni 2014 - 16:58 WIB
Sultan HB X Minta Polisi...
Sultan HB X Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku Kekerasan
A A A
YOGYAKARTA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X sangat kecewa masih adanya kekerasan di wilayahnya. Raja Keraton Yogyakarta itu meminta pihak kepolisian, khususnya Polda DIY, menindak tegas semua pelaku tindak kekerasan.

"Sudah tidak perlu lagi imbauan-imbauan. Saya bukan selebriti yang harus ngomong, tapi tindakan tegas yang harus dilakukan pihak kepolisian," ujar Sultan HB X, seusai menemui Dubes Hungaria di Kompleks Kepatihan, Danurejan, Kota Yogyakarta, Senin (2/6/2014).

Sultan mengaku sudah melakukan komunikasi intens dengan pihak kepolisian, khususnya Kapolda DIY Brigjen Haka Astana. "Sudah saya komunikasikan dengan Kapolda, harus ditindak karena kekerasan itu tindakan kriminal, harus dihukum pelakunya," ujarnya.

Pada 6 Juni nanti, Sultan HB X akan menandatangani MoU mengenai antikekerasan di Yogyakarta dengan berbagai ormas. Namun, dia melihat MoU tidak ada artinya jika masih ada kekerasan di Yogyakarta. "Apa artinya MOU kalau tetap masih ada kekerasan. Bagi saya, kekerasan harus ditindak tegas, itu saja," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, pada Kamis (29/5/2014), ada aksi kekerasan di rumah Direktur Penerbitan Galang Press, Julius Felicianus di di Perumahan STIE YKPN No 7 Tanjungsari, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman.

Bahkan, wartawan Kompas TV Michael Ariawan alias Mika menjadi korban. Kamera digital miliknya dirampas, dan muka dia ditonjok pelaku. Dia sudah mengaku ke Polda DIY dengan bukti laporan, LP/419/V/2014/DIY/SPKT, tertanggal 30 Mei 2014. Laporan itu ditekan Ka Siaga Ditreskrim Kompol Dei Tabianto. Informasinya, Polda DIY sudah menangkap satu pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kasus itu masih dalam penyelidikan intensif petugas.

Sementara, aksi protes warga terhadap berdirinya bangunan rumah yang dijadikan tempat ibadah di Dusun Pangukan, Desa Tridadi, Kecamatan Sleman, berujung pada perusakan. Aksi massa diduga dipicu karena tempat ibadah yang belum mengantongi izin dan sudah disegel itu, pada Minggu (1/6/2014) pagi, digunakan kembali untuk acara peribadatan.
(zik)
Berita Terkait
Puluhan Personel Diterjunkan...
Puluhan Personel Diterjunkan untuk Mengejar Pelaku Kejahatan di Jalinbar
Perempuan Diduga Gangguan...
Perempuan Diduga Gangguan Jiwa Rusak Masjid di Grand Depok City
Pasca Perusakan Mapolsek...
Pasca Perusakan Mapolsek Ciracas
Pria Bersenjata Tajam...
Pria Bersenjata Tajam Hancurkan Kaca Masjid di Sukabumi, Ini Penampakannya!
Geger, Pria Berkapak...
Geger, Pria Berkapak Serang Madrasah dan Masjid saat Acara Maulid Nabi di Sukabumi
Polresta Manado Amankan...
Polresta Manado Amankan Terduga Pelaku Perusakan di Perum Bumi Asih Sawangan
Berita Terkini
DPRD Kota Bandung Rancang...
DPRD Kota Bandung Rancang Regulasi Baru untuk Dorong Kinerja BPR Bandung
55 menit yang lalu
Aktivis: Harus Objektif...
Aktivis: Harus Objektif Sikapi Kematian 3 Pekerja di Gorong-gorong Jakarta
2 jam yang lalu
Dokter Tifa Optimistis...
Dokter Tifa Optimistis Eksepsinya Dikabulkan Hakim
2 jam yang lalu
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
15 jam yang lalu
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
15 jam yang lalu
Infografis
6 Kendaraan Polisi yang...
6 Kendaraan Polisi yang Biasa Diterjunkan dalam Aksi Demo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved