Aktivitas Gunung Merapi menurun

Selasa, 13 Mei 2014 - 17:51 WIB
Aktivitas Gunung Merapi...
Aktivitas Gunung Merapi menurun
A A A
Sindonews.com - Warga Lereng Merapi, Kabupaten Klaten, diminta untuk tetap menjaga kewaspadaan mereka, selama beberapa hari kedepan. Meskipun saat ini, Gunung Merapi, mulai menurun aktivitasnya dibandingkan beberapa hari lalu.

Koordinator Relawan Merapi Induk Balerante 907 Suharno mengatakan, beberapa hari terakhir ini Gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menunjukkan aktivitasnya seperti biasa. Suara dentuman yang beberapa waktu lalu sempat terdengar, saat ini sudah jarang terdengar.

Tidak hanya itu, suara gemuruh seperti orang memasak air juga sudah jarang terdengar dari daerah-daerah lereng Merapi, seperti, Balerante, Kemalang, Tegalmulya dan Sidorejo. “Saat ini aktivitas gunung sudah mulai mereda,” ucapnya, kepada wartawan, Selasa (13/5/2014).

Dia mengatakan, dengan penurunan kondisi itu, warga yang tinggal di Lereng Merapi, saat ini sudah melakukan aktivitas seperti biasa, tanpa rasa khawatir. Menurutnya warga tetap bekerja ke lading dan mencari rumput di sekitar lereng Merapi.

Meskipun demikian, pihaknya meminta agar warga yang tinggal di lereng Merapi untuk menjaga kewaspadaan Mereka. Pasalnya, saat ini gunung teraktif di dunia itu, statusnya belum diturunkan menjadi aktif normal. Dengan kondisi itu, segala kemungkinan bisa terjadi setiap saat.

“Kewaspadaan tetap kita utamakan, sampai saat ini warga yang tinggal di daerah Kawasan rawan Bencana (KRB) masih melakukan ronda malam, untuk mengamati Gunung Merapi,” terangnya.

Sementara itu, salah seornag warga, Dharto mengatakan, meskipun akhir-akhir ini Merapi aktivitasnya menurun. Namun gunung itu masih sangat berbahaya. Menurutnya dari pengalaman yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, jika Gunung Merapi sudah naik statusnya, maka kemungkinan untuk menurun kembali akan sangat kecil.

Menurutnya gunung itu akan meletus terlebih dahulu, sebelum kembali beraktivitas normal seperti sebelumnya. “Sejak saya kecil, saat status gunung naik, pasti diakhiri dengan letusan, meskipun itu besaranya bervariasi,” pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Takut Wedus Gembel,...
Takut Wedus Gembel, Ratusan Warga Kemalang Klaten Mengungsi
Merapi Masuk Fase Erupsi,...
Merapi Masuk Fase Erupsi, Ganjar Minta BPBD Memastikan Kondisi Pengungsi
Selain Lava Pijar, Pagi...
Selain Lava Pijar, Pagi Ini Merapi Luncurkan Awan Panas
Pagi Ini Merapi Keluarkan...
Pagi Ini Merapi Keluarkan Dua Kali Suara Gemuruh
Selama 6 Jam Terjadi...
Selama 6 Jam Terjadi 9 kali, Intensitas Guguran Lava Pijar Merapi Terus Meningkat
BPPTKG Prediksi Erupsi...
BPPTKG Prediksi Erupsi Merapi Menuju Selatan dan Tenggara
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
1 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
3 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
3 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
3 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
5 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
6 jam yang lalu
Infografis
Ilmuwan Ungkap Aktivitas...
Ilmuwan Ungkap Aktivitas Otak Manusia Menjelang Kematian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved