Tim SAR patroli 24 jam awasi aktivitas Gunung Slamet
Rabu, 07 Mei 2014 - 11:15 WIB
Tim SAR patroli 24 jam awasi aktivitas Gunung Slamet
A
A
A
Sindonews.com - Gunung Slamet yang terus mengalami peningkatan aktivitasnya membuat tim SAR Kabupaten Tegal menggelar patroli selama 24 jam setiap hari pada wilayah yang berada di lereng gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa tersebut.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas Gunung Slamet yang bisa berdampak buruk.
Pejabat Humas Tim SAR Galawi Rescue Kabupaten Tegal Arif Rahman mengungkapkan, sebanyak 30 personel SAR akan terus disiagakan hingga status Gunung Slamet diturunkan menjadi normal.
"Tim SAR melakukan patroli ke wilayah-wilayah yang terdekat dengan Gunung Slamet," ujar Arif.
Beberapa wilayah tersebut di antaranya Desa Dukuh Tengah, Desa Kedawung, Rembul di Kecamatan Bojong. Kemudian Desa Guci, dan Desa Sigedong di Kecamatan Bumijawa.
Sementara salah satu warga Desa Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Samai (35) menuturkan, suara letusan dari arah Gunung Slamet masih sering terdengar jelas terutama pada malam hari.
"Tiap 20 menit sekali terdengar letusan. Kaca rumah juga kadang sampai ikut bergetar walaupun tidak sampai membuat rusak," kata Samai, Selasa malam, 6 Mei 2014.
Warga yang rumahnya berjarak sekitar 8 kilometer dari puncak Gunung Slamet itu mengaku, suara letusan tersebut belum sampai mengganggu aktivitas warga yang sebagian berprofesi sebagai petani sayur.
Aktivitas warga masih seperti biasa. Tapi sudah diminta untuk selalu waspada siap untuk mengungsi sewaktu-waktu," tandasnya.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas Gunung Slamet yang bisa berdampak buruk.
Pejabat Humas Tim SAR Galawi Rescue Kabupaten Tegal Arif Rahman mengungkapkan, sebanyak 30 personel SAR akan terus disiagakan hingga status Gunung Slamet diturunkan menjadi normal.
"Tim SAR melakukan patroli ke wilayah-wilayah yang terdekat dengan Gunung Slamet," ujar Arif.
Beberapa wilayah tersebut di antaranya Desa Dukuh Tengah, Desa Kedawung, Rembul di Kecamatan Bojong. Kemudian Desa Guci, dan Desa Sigedong di Kecamatan Bumijawa.
Sementara salah satu warga Desa Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Samai (35) menuturkan, suara letusan dari arah Gunung Slamet masih sering terdengar jelas terutama pada malam hari.
"Tiap 20 menit sekali terdengar letusan. Kaca rumah juga kadang sampai ikut bergetar walaupun tidak sampai membuat rusak," kata Samai, Selasa malam, 6 Mei 2014.
Warga yang rumahnya berjarak sekitar 8 kilometer dari puncak Gunung Slamet itu mengaku, suara letusan tersebut belum sampai mengganggu aktivitas warga yang sebagian berprofesi sebagai petani sayur.
Aktivitas warga masih seperti biasa. Tapi sudah diminta untuk selalu waspada siap untuk mengungsi sewaktu-waktu," tandasnya.
(sms)