Buruh minta Marsinah dijadikan sebagai pahlawan nasional

Kamis, 01 Mei 2014 - 21:23 WIB
Buruh minta Marsinah...
Buruh minta Marsinah dijadikan sebagai pahlawan nasional
A A A
Sindonews.com - Ratusan buruh yang tergabung dalam Kesatuan Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) wilayah Gresik berziarah ke makam Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk.

Usai berdoa, sekitar 150 orang pekerja pabrik tersebut mengepalkan tangan, berorasi menuntut pemerintah menasbihkan Marsinah sebagai pahlawan nasional.

“Marsinah layak menjadi pahlawan buruh nasional. Sudah sepantasnya pemerintah menetapkanya, ” ungkap Koordinator Wilayah KSBSI Jawa Timur Ahmad Soim.

Aksi ratusan buruh diawali dengan long march yang mendapat kawalan aparat kepolisian setempat.

Kehadiran buruh di makam Marsinah selalu dilakukan dalam peringatan Hari Buruh yang jatuh setiap tanggal 1 Mei (May Day).

Menurut Soim, pemerintah juga harus mengusut tuntas kasus pembunuhan yang terjadi. Sebab hingga kini, kasus Marsinah masih terselubungi kabut misteri.

"Kami yakin saat ini para pelaku masih bebas berkeliaran tanpa tersentuh proses hukum, " timpalnya.

Dalam kesempatan itu, ratusan buruh juga mendesak pemerintah memindahkan makam Marsinah ke tempat lebih layak.

Sebab, saat ini lokasi peristirahatan Marsinah berada di tempat pemakaman umum yang aksesnya jauh dari jalan raya.

Sementara di Kabupaten Kediri, ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Gema Nusantara (SBGN) dan aktivis Kelompok Menuju Kediri Lebih Baik (MKLB) berdemonstrasi di Kantor Bupati dan Wali Kota Kediri.

Bahkan, massa yang marah nyaris mensweeping rumah dinas Bupati Kediri Hariyanti Soetrisno yang menolak menemui buruh pendemo.

"Upah kami sudah tidak sesuai dengan harga kebutuhan pokok. Gimana ini dengan bupati, "teriak Taufik dari buruh PT Gudang Garam Tbk Kediri.

Karena tidak ada respon, buruh pun mencoba merangsek maju menembus barikade petugas satpol PP.

Buruh marah setelah mendengar alasan salah seorang satpol PP bahwa bupati tengah berada di luar kota.

Untung aksi nekat tersebut berhasil diredam. Dengan marah marah para demonstran bergeser ke kantor Wali Kota Kediri.

Di hadapan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, buruh kembali menyampaikan tuntutannya. "Kami minta upah buruh naik menjadi Rp2 juta, "ujar Taufik

Wali Kota Abdullah Abu Bakar berjanji akan mengkomunikasikan dengan pihak perusahaan.

"Terkait kenaikan upah, tentu akan melihat lagi kemampuan perusahaan. Sebab kita juga tidak ingin investor lari dari Kediri, "pungkasnya.
(sms)
Berita Terkait
Hari Antikorupsi Sedunia,...
Hari Antikorupsi Sedunia, Buruh Desak Sahkan RUU Perampasan Aset
Polda Jatim Terjunkan...
Polda Jatim Terjunkan 1.999 Personel Amankan Peringatan Hari Buruh Sedunia
Potret Aksi Hari Buruh...
Potret Aksi Hari Buruh Sedunia di Palembang
Peringati Hari Buruh...
Peringati Hari Buruh Sedunia, Kemnaker Luncurkan Kepmen Pedoman Pelaksanaan Hubungan Industrial Pancasila
Peringati Hari Pangan...
Peringati Hari Pangan Sedunia, Earth Hour Makassar Gelar Seminar Daring
Hari Kanker Sedunia:...
Hari Kanker Sedunia: Menguatkan Kesadaran dan Proteksi Kesehatan Masyarakat
Berita Terkini
Polda Metro Jaya Masih...
Polda Metro Jaya Masih Periksa Kasat Narkoba Polres Tangsel dan 5 Anggotanya
4 jam yang lalu
Perkuat Ketahanan Bencana,...
Perkuat Ketahanan Bencana, Pertagas OEJA Gelar Kencana Si Udin di Gresik
9 jam yang lalu
Kemenkes Gelar Investigasi...
Kemenkes Gelar Investigasi Kematian Tragis Dokter Internship di Apartemen Kalibata
9 jam yang lalu
Polisi Dalami Motif...
Polisi Dalami Motif Dokter Muda Loncat dari Lantai 18 Apartemen Kalibata
9 jam yang lalu
Polisi Pastikan Aktivitas...
Polisi Pastikan Aktivitas Masyarakat Normal Buntut Bentrok di Menteng: TNI-Polri Tetap Siaga
11 jam yang lalu
Polisi Tetapkan 7 Tersangka...
Polisi Tetapkan 7 Tersangka Bentrokan Berdarah di Jalan Tambak Menteng
12 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved