Banjir juga rusak jembatan & rendam puluhan hektare sawah
Senin, 14 April 2014 - 22:17 WIB
Banjir juga rusak jembatan & rendam puluhan hektare sawah
A
A
A
Sindonews.com - Selain menyapu 10 mahasiswa Universitas Dipenogoro (Undip) dan satu mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Garut yang tengah melakukan arung jeram, banjir bandang juga merusak Jembatan Rawayan di Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut. Jembatan berkawat yang terbuat dari baja ini putus karena terjangan arus sungai.
"Jarak atau tinggi jembatan dengan permukaan air di saat arus normal yaitu tiga meter. Sekarang jembatannya putus karena disapu banjir, berarti ketinggian air saat banjir melebihi tiga meter," kata tokoh masyarakat Kecamatan Pakenjeng Ade Manadin, Senin (14/4/2014).
Jembatan ini sendiri biasa digunakan oleh para siswa SMPN 2 Pakenjeng dan SDN Tanjungmulya 4 sebagai akses dari rumah menuju sekolah.
Selain digunakan para siswa, jembatan pun sering dilalui oleh perkebunan PT Condong berangkat bekerja.
"Jembatan baja ini basa dilalui juga oleh sepeda motor. Usianya baru 5 tahun. Saya berpikir, kekuatan derasnya air sungai sangat besar saat itu, buktinya, jembatan baja seperti ini bisa putus," ungkapnya.
Selain merusak infrastruktur jembatan, banjir bandang juga merendam puluhan hektare (ha) sawah di Blok Cigebang, Koang, dan Palangsiang. Tercatat, sawah yang terendam ini memiliki luas 30 ha.
"Sawah-sawah yang terendam ini masuk wilayah Desa Karangsari Kecamatan Pakenjeng," kata Kepala Bagian Informatika Setda Kabupaten Garut Basuki Eko.
Eko menambahkan, usia tanam tanaman padi yang terendam ini baru sekira 1,5 bulan. Hingga kini, belum diketahui pasti berapa jumlah total kerugian materi akibat bencana tersebut.
Baca juga :
Mahasiswa Undip yang rafting di Garut berjumlah 10 orang
"Jarak atau tinggi jembatan dengan permukaan air di saat arus normal yaitu tiga meter. Sekarang jembatannya putus karena disapu banjir, berarti ketinggian air saat banjir melebihi tiga meter," kata tokoh masyarakat Kecamatan Pakenjeng Ade Manadin, Senin (14/4/2014).
Jembatan ini sendiri biasa digunakan oleh para siswa SMPN 2 Pakenjeng dan SDN Tanjungmulya 4 sebagai akses dari rumah menuju sekolah.
Selain digunakan para siswa, jembatan pun sering dilalui oleh perkebunan PT Condong berangkat bekerja.
"Jembatan baja ini basa dilalui juga oleh sepeda motor. Usianya baru 5 tahun. Saya berpikir, kekuatan derasnya air sungai sangat besar saat itu, buktinya, jembatan baja seperti ini bisa putus," ungkapnya.
Selain merusak infrastruktur jembatan, banjir bandang juga merendam puluhan hektare (ha) sawah di Blok Cigebang, Koang, dan Palangsiang. Tercatat, sawah yang terendam ini memiliki luas 30 ha.
"Sawah-sawah yang terendam ini masuk wilayah Desa Karangsari Kecamatan Pakenjeng," kata Kepala Bagian Informatika Setda Kabupaten Garut Basuki Eko.
Eko menambahkan, usia tanam tanaman padi yang terendam ini baru sekira 1,5 bulan. Hingga kini, belum diketahui pasti berapa jumlah total kerugian materi akibat bencana tersebut.
Baca juga :
Mahasiswa Undip yang rafting di Garut berjumlah 10 orang
(sms)