Jalan rusak di Sukabumi capai 1.700 Km
Sabtu, 29 Maret 2014 - 05:06 WIB
Jalan rusak di Sukabumi capai 1.700 Km
A
A
A
Sindonews.com - Infrastruktur jalan di Kabupaten Sukabumi dalam kondisi yang memprihatinkan. Hingga Tahun 2013 lalu, terdata kerusakan jalan mencapai 1.700 Km.
Bupati Sukabumi Sukmawijaya mengatakan, sejak dua tahun terakhir kerusakan jalan berstatus jalan kabupaten semakin meluas. Data Tahun 2011 silam, jalan yang mengalami kerusakan dengan kategori sedang dan parah hanya mencapai 900 Km.
"Karena keterbatasan anggaran dan juga faktor alam, kerusakan jalan semakin bertambah. Data terakhir, panjang jalan rusak mencapai 1.700 Km. Jalan dengan kondisi seperti itu tersebar secara merata di 47 kecamatan, terparah di antaranya jalan-jalan yang ada di wilayah selatan," tutur Sukmawijaya kepada wartawan, Jumat 28 Maret 2014.
Menurut Sukmawijaya, soal infrastruktur jalan ini setiap tahunnya selalu menjadi permasalahan utama dalam hal penentuan kebijakan pengalokasian anggaran. Sejauh ini APBD hanya mampu mengalokasikan dana perbaikan jalan tidak lebih dari Rp100 miliar.
Pada tahun ini saja anggaran yang tersedia untuk perbaikan dan pemeliharaan jalan hanya Rp150 miliar. Itu pun merupakan akumulasi dari bantuan keuangan pemerintah pusat dan provinsi.
"Kemampuan keuangan daerah sangat terbatas sekali. Sementara setiap tahunnya kerusakan jalan terus bertambah, terutama dipicu faktor alam seperti diantaranya pergerakan tanah serta longsor," tuturnya.
Sukmawijaya menyebutkan angka ideal biaya perbaikan jalan setiap tahunnya mencapai Rp400 miliar. Dengan anggaran sebesar itu maka pemerintah daerah bisa melakukan perbaikan sekaligus pemeliharaan jalan-jalan yang berpotensi mengalami kerusakan.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Asep Wahyu NB mengatakan, sejak dua tahun terakhir ini fokus anggaran APBD diarahkan pada penanganan infastruktur, terutama jalan. Namun langkah ini tidak berjalan maksimal, karena ketidakseimbangan antara pengalokasian anggaran dengan panjang jalan rusak yang harus diperbaiki.
"Akhirnya yang terjadi adalah gali lubang tutup lubang. Satu titik jalan diperbaiki pada satun ini, namun di waktu yang sama jalan di titik lainnya mengalami kerusakan," beber Asep.
Bupati Sukabumi Sukmawijaya mengatakan, sejak dua tahun terakhir kerusakan jalan berstatus jalan kabupaten semakin meluas. Data Tahun 2011 silam, jalan yang mengalami kerusakan dengan kategori sedang dan parah hanya mencapai 900 Km.
"Karena keterbatasan anggaran dan juga faktor alam, kerusakan jalan semakin bertambah. Data terakhir, panjang jalan rusak mencapai 1.700 Km. Jalan dengan kondisi seperti itu tersebar secara merata di 47 kecamatan, terparah di antaranya jalan-jalan yang ada di wilayah selatan," tutur Sukmawijaya kepada wartawan, Jumat 28 Maret 2014.
Menurut Sukmawijaya, soal infrastruktur jalan ini setiap tahunnya selalu menjadi permasalahan utama dalam hal penentuan kebijakan pengalokasian anggaran. Sejauh ini APBD hanya mampu mengalokasikan dana perbaikan jalan tidak lebih dari Rp100 miliar.
Pada tahun ini saja anggaran yang tersedia untuk perbaikan dan pemeliharaan jalan hanya Rp150 miliar. Itu pun merupakan akumulasi dari bantuan keuangan pemerintah pusat dan provinsi.
"Kemampuan keuangan daerah sangat terbatas sekali. Sementara setiap tahunnya kerusakan jalan terus bertambah, terutama dipicu faktor alam seperti diantaranya pergerakan tanah serta longsor," tuturnya.
Sukmawijaya menyebutkan angka ideal biaya perbaikan jalan setiap tahunnya mencapai Rp400 miliar. Dengan anggaran sebesar itu maka pemerintah daerah bisa melakukan perbaikan sekaligus pemeliharaan jalan-jalan yang berpotensi mengalami kerusakan.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Asep Wahyu NB mengatakan, sejak dua tahun terakhir ini fokus anggaran APBD diarahkan pada penanganan infastruktur, terutama jalan. Namun langkah ini tidak berjalan maksimal, karena ketidakseimbangan antara pengalokasian anggaran dengan panjang jalan rusak yang harus diperbaiki.
"Akhirnya yang terjadi adalah gali lubang tutup lubang. Satu titik jalan diperbaiki pada satun ini, namun di waktu yang sama jalan di titik lainnya mengalami kerusakan," beber Asep.
(rsa)