Terus diguncang gempa, Gunung Slamet keluarkan abu vulkanik
Jum'at, 28 Maret 2014 - 20:05 WIB
Terus diguncang gempa, Gunung Slamet keluarkan abu vulkanik
A
A
A
Sindonews.com - Gunung Slamet terus diguncang gempa mikro, akibatnya gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa itu kembali mengeluarkan letusan dan hembusan.
Petugas di Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Sukedi mengatakan, aktivitas letusan dan kegempaan masih berlangsung dengan intensitas naik turun.
"Masih terus berlangsung baik letusan, abu maupun gempa," kata Sukedi, Jumat (28/3/2014).
Dari pengamatan Jumat (28/3/2014) sejak pukul 06.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB, gunung yang berada di perbatasan lima kabupaten itu mengeluarkan letusan abu sebanyak 12 kali dengan ketinggian 600 - 1.000 meter dan arah condong ke arah timur.
Sedangkan aktivitas kegempaan yang terpantau seismograf tercatat sebanyak 52 kali gempa hembusan dan 15 kali gempa letusan.
"Status belum dinaikkan atau diturunkan. Masih waspada dengan radius dilarang beraktivitas dua kilometer," ujar Sukedi.
Sukedi mengungkapkan, penurunan status sebuah gunung biasanya baru dilakukan jika dari hasil pengamatan visual dan analisis aktivitasnya berangsur menurun. Hal ini menurut dia belum terjadi pada Gunung Slamet.
"Aktivitasnya masih fluktuatif. Makanya kami ikuti saja karena tidak bisa diprediksi," imbuhnya.
Terkait aktivitas letusan atau peningkatan aktivitas seismisitas yang dialami Gunung Merapi pada Kamis, 27 Maret 2014, Sukedi menyatakan tidak ada pengaruh aktivitas tersebut terhadap Gunung Slamet.
"Hanya kebetulan saja Gunung Merapi juga mengalami peningkatan aktivitas," ujarnya.
Baca juga :
Pemalang diterpa hujan abu Gunung Slamet
Petugas di Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Sukedi mengatakan, aktivitas letusan dan kegempaan masih berlangsung dengan intensitas naik turun.
"Masih terus berlangsung baik letusan, abu maupun gempa," kata Sukedi, Jumat (28/3/2014).
Dari pengamatan Jumat (28/3/2014) sejak pukul 06.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB, gunung yang berada di perbatasan lima kabupaten itu mengeluarkan letusan abu sebanyak 12 kali dengan ketinggian 600 - 1.000 meter dan arah condong ke arah timur.
Sedangkan aktivitas kegempaan yang terpantau seismograf tercatat sebanyak 52 kali gempa hembusan dan 15 kali gempa letusan.
"Status belum dinaikkan atau diturunkan. Masih waspada dengan radius dilarang beraktivitas dua kilometer," ujar Sukedi.
Sukedi mengungkapkan, penurunan status sebuah gunung biasanya baru dilakukan jika dari hasil pengamatan visual dan analisis aktivitasnya berangsur menurun. Hal ini menurut dia belum terjadi pada Gunung Slamet.
"Aktivitasnya masih fluktuatif. Makanya kami ikuti saja karena tidak bisa diprediksi," imbuhnya.
Terkait aktivitas letusan atau peningkatan aktivitas seismisitas yang dialami Gunung Merapi pada Kamis, 27 Maret 2014, Sukedi menyatakan tidak ada pengaruh aktivitas tersebut terhadap Gunung Slamet.
"Hanya kebetulan saja Gunung Merapi juga mengalami peningkatan aktivitas," ujarnya.
Baca juga :
Pemalang diterpa hujan abu Gunung Slamet
(sms)