Tenggelam, pelajar ditemukan tewas tersangkut di celah batu
Jum'at, 28 Maret 2014 - 18:59 WIB
Tenggelam, pelajar ditemukan tewas tersangkut di celah batu
A
A
A
Sindonews.com - Tim SAR Bone akhirnya menemukan jenasah, Ali (17), siswa MTS Walimpong, Kecamatan Mariowiwawo. Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, yang tenggelam di Air Terjun Ladenring, Desa Lamedde, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, Minggu, 23 Maret 2014 lalu.
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Kabupaten Bone, Andi Sultan, mengatakan jasad Ali ditemukan tersangkut di celah batu.
"Anggota melakukan penyelaman di bawah air terjun, jenasah ditemukan di kedalaman 5 meter dalam keadaan terjepit di celah batu pada jarak tiga meter dari titik 0 pencarian," ujarnya, Jumat (28/3/2014).
Saat ini jenasah korban telah diserahkan ke pihak keluarga di Soppeng untuk disemayamkan dan dikebumikan.
Berdasarkan informasi, rombongan siswa MTS tersebut ramai-ramai turun ke air terjun yang memiliki pesona alam yang masih alami tersebut.
Minggu pagi itu para siswa itu turun mandi. Namun, saat itu korban diduga naik ke atas sebuah batu besar pada permandian air terjun itu, kakinya tergelincir dan terjatuh ke dalam air. Sejak jatuh itulah, siswa itu hilang.
Warga setempat Mansyur mengatakan, siswa yang datang bertamasya di permandian alam air terjun Ladenring, Desa Lamedde, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone bersama teman-temannya itu tak bersama orangtua dan gurunya.
Pencarian tersebut sempat terkendala oleh derasnya arus air yang jatuh dari air terjun yang ketinggiannya diperkirakan mencapai 25 meter serta perlengkapan menyelam yang tidak memadai khususnya oksigen.
Sementara itu, pihak keluarga korban sendiri sudah menempuh segala cara termasuk melakukan ritual dengan cara melepaskan seekor kambing di kawasan air terjun tersebut, bahkan meminta bantuan dukun setempat.
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Kabupaten Bone, Andi Sultan, mengatakan jasad Ali ditemukan tersangkut di celah batu.
"Anggota melakukan penyelaman di bawah air terjun, jenasah ditemukan di kedalaman 5 meter dalam keadaan terjepit di celah batu pada jarak tiga meter dari titik 0 pencarian," ujarnya, Jumat (28/3/2014).
Saat ini jenasah korban telah diserahkan ke pihak keluarga di Soppeng untuk disemayamkan dan dikebumikan.
Berdasarkan informasi, rombongan siswa MTS tersebut ramai-ramai turun ke air terjun yang memiliki pesona alam yang masih alami tersebut.
Minggu pagi itu para siswa itu turun mandi. Namun, saat itu korban diduga naik ke atas sebuah batu besar pada permandian air terjun itu, kakinya tergelincir dan terjatuh ke dalam air. Sejak jatuh itulah, siswa itu hilang.
Warga setempat Mansyur mengatakan, siswa yang datang bertamasya di permandian alam air terjun Ladenring, Desa Lamedde, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone bersama teman-temannya itu tak bersama orangtua dan gurunya.
Pencarian tersebut sempat terkendala oleh derasnya arus air yang jatuh dari air terjun yang ketinggiannya diperkirakan mencapai 25 meter serta perlengkapan menyelam yang tidak memadai khususnya oksigen.
Sementara itu, pihak keluarga korban sendiri sudah menempuh segala cara termasuk melakukan ritual dengan cara melepaskan seekor kambing di kawasan air terjun tersebut, bahkan meminta bantuan dukun setempat.
(sms)