Kuras sumur, satu keluarga di Grobogan tewas mengenaskan
Kamis, 27 Maret 2014 - 20:18 WIB
Kuras sumur, satu keluarga di Grobogan tewas mengenaskan
A
A
A
Sindonews.com - Empat warga Dusun/Desa Kalanglundo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, ditemukan tewas di dalam sumur usai menguras air, siang tadi.
Empat orang yang masih satu keluarga tersebut, yakni Sujarwo, Siti Muzainatun (istri Sujarwo), Slamet Riwanto dan Mundzirin. Keempatnya tewas setelah keracunan gas karbondioksida yang berasal dari mesin diesel.
Kepala Dusun Kalanglundo Mat Afandi menyatakan, peristiwa itu berawal saat Sujarwo, Mundzirin dan Slamet sedang membersihkan air di sumur milik Marun. Karena selang yang ada tidak sampai ke dasar sumur, mereka kemudian menggunakan mesin diesel untuk menyedot air. Mesin tersebut dimasukkan ke kedalaman tiga meter.
"Usai menguras air, tiga orang tersebut naik ke atas. Namun karena ada beberapa peralatan yang tertinggal di dalam sumur, Sujarwo kembali turun untuk mengambilnya," tutur Afandi, Kamis (27/3/2014).
Namun saat berusaha masuk kembali ke dalam sumur, Sujarwo tercebur ke dalam sumur. Mengetahui hal tersebut, Mundzirin dan Slamet berusaha menolong Sujarwo. Nahas, keduanya juga ikut tercebur.
Muzainatun yang mengetahui suami dan kerabatnya tenggelam kemudian berusaha untuk memberikan pertolongan. Nahas, gas karbondioksida yang berasal dari mesin diesel sudah menyebar di dalam sumur. Perempuan berusia 25 tahun itu pun lemas dan tewas.
Tak lama setelah itu, warga berkumpul untuk memberikan pertolongan. Tak mudah untuk mengevakuasi para korban. Apalagi, warga tidak berani turun ke dasar sumur karena khawatir ikut keracunan.
Para korban akhirnya berhasil dievakuasi tiga jam kemudian oleh tim SAR. Jasad Muzainatun diangkat terlebih dahulu. Setelah itu, Sujarwo dan dua orang lainnya diangkat. Sujarwo sebenarnya masih bernyawa saat dievakuasi ke Puskesmas Ngaringan. Namun, nyawanya tidak tertolong.
Setelah divisium, para korban kemudian diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyatakan keempatnya tewas karena menghirup asap beracun.
Empat orang yang masih satu keluarga tersebut, yakni Sujarwo, Siti Muzainatun (istri Sujarwo), Slamet Riwanto dan Mundzirin. Keempatnya tewas setelah keracunan gas karbondioksida yang berasal dari mesin diesel.
Kepala Dusun Kalanglundo Mat Afandi menyatakan, peristiwa itu berawal saat Sujarwo, Mundzirin dan Slamet sedang membersihkan air di sumur milik Marun. Karena selang yang ada tidak sampai ke dasar sumur, mereka kemudian menggunakan mesin diesel untuk menyedot air. Mesin tersebut dimasukkan ke kedalaman tiga meter.
"Usai menguras air, tiga orang tersebut naik ke atas. Namun karena ada beberapa peralatan yang tertinggal di dalam sumur, Sujarwo kembali turun untuk mengambilnya," tutur Afandi, Kamis (27/3/2014).
Namun saat berusaha masuk kembali ke dalam sumur, Sujarwo tercebur ke dalam sumur. Mengetahui hal tersebut, Mundzirin dan Slamet berusaha menolong Sujarwo. Nahas, keduanya juga ikut tercebur.
Muzainatun yang mengetahui suami dan kerabatnya tenggelam kemudian berusaha untuk memberikan pertolongan. Nahas, gas karbondioksida yang berasal dari mesin diesel sudah menyebar di dalam sumur. Perempuan berusia 25 tahun itu pun lemas dan tewas.
Tak lama setelah itu, warga berkumpul untuk memberikan pertolongan. Tak mudah untuk mengevakuasi para korban. Apalagi, warga tidak berani turun ke dasar sumur karena khawatir ikut keracunan.
Para korban akhirnya berhasil dievakuasi tiga jam kemudian oleh tim SAR. Jasad Muzainatun diangkat terlebih dahulu. Setelah itu, Sujarwo dan dua orang lainnya diangkat. Sujarwo sebenarnya masih bernyawa saat dievakuasi ke Puskesmas Ngaringan. Namun, nyawanya tidak tertolong.
Setelah divisium, para korban kemudian diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyatakan keempatnya tewas karena menghirup asap beracun.
(rsa)