Merapi meletus, Slamet gempa 75 kali
Kamis, 27 Maret 2014 - 15:36 WIB
Merapi meletus, Slamet gempa 75 kali
A
A
A
Sindonews.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, terjadi letusan Gunung Merapi atau peningkatan aktivitas seismisitas, sekira pukul 13.14 WIB. Akibat letusan ini, beberapa daerah di kawasan Merapi terjadi hujan abu.
"Terjadi peningkatan hembusan, karena adanya pelepasan gas. Saat terjadi hembusan, kondisi puncak sedang tertutup awan. Sebelumnya, terjadi suara gemuruh. Masyarakat merasakan guncangan," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, kepada wartawan, Kamis (27/3/2014).
Sekira pukul 13.30 WIB, kondisi sudah normal kembali. Aktivitas masyarakat juga sudah normal. Kepada masyarakat sekitar, Sutopo mengimbau, agar tetap tenang dan jangan panik.
"Hujan abu terjadi di beberapa tempat, seperti di Manisrenggo, Karangnongko (Klaten), Deles, Tegalmulyo, dan Tlogowatu. Status Gunung Merapi tetap normal aktif (level I)," bebernya.
Selain Gunung Merapi, Gunung Slamet juga terjadi letusan dan gempa kecil akibat hembusan. Namun begitu, tidak menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan.
"Teramati 10 kali letusan dengan asap berwarna kelabu tebal. Tinggi sekitar 300-800 meter ke arah timur. Gempa hembusan asap sebanyak 75 kali. Status Waspada (level II). Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di radius dua kilometer. Diimbau tetap tenang," pungkasnya.
Baca juga:
Gunung Merapi bergemuruh & semburkan asap disertai abu
"Terjadi peningkatan hembusan, karena adanya pelepasan gas. Saat terjadi hembusan, kondisi puncak sedang tertutup awan. Sebelumnya, terjadi suara gemuruh. Masyarakat merasakan guncangan," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, kepada wartawan, Kamis (27/3/2014).
Sekira pukul 13.30 WIB, kondisi sudah normal kembali. Aktivitas masyarakat juga sudah normal. Kepada masyarakat sekitar, Sutopo mengimbau, agar tetap tenang dan jangan panik.
"Hujan abu terjadi di beberapa tempat, seperti di Manisrenggo, Karangnongko (Klaten), Deles, Tegalmulyo, dan Tlogowatu. Status Gunung Merapi tetap normal aktif (level I)," bebernya.
Selain Gunung Merapi, Gunung Slamet juga terjadi letusan dan gempa kecil akibat hembusan. Namun begitu, tidak menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan.
"Teramati 10 kali letusan dengan asap berwarna kelabu tebal. Tinggi sekitar 300-800 meter ke arah timur. Gempa hembusan asap sebanyak 75 kali. Status Waspada (level II). Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di radius dua kilometer. Diimbau tetap tenang," pungkasnya.
Baca juga:
Gunung Merapi bergemuruh & semburkan asap disertai abu
(san)