Pasca perusakan hotel oleh GPK, THM Bandungan tetap ramai
Rabu, 19 Maret 2014 - 09:30 WIB
Pasca perusakan hotel oleh GPK, THM Bandungan tetap ramai
A
A
A
Sindonews.com - Pasca perusakan hotel di Bandungan, Kabupaten Semarang, Sabtu 15 Maret 2014 lalu, aktivitas tempat hiburan malam (THM) di kawasan kaki Gunung Ungaran tetap berjalan normal.
Hotel, karaoke dan pusat kuliner tetap buka seperti biasa dan tidak ada penjagaan khusus dari aparat keamanan maupun masyarakat setempat.
“Aktivitas hotel dan restoran di Bandungan dan tempat lain di Kabupaten Semarang tetap berjalan seperti biasa. Secara umum tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap tingkat hunian atau okupansi hotel,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Semarang Sumardi Darmadji, Rabu (19/3/2014).
Ketua Asosiasi Karaoke Bandungan (Akrab) Yan Triyana menyatakan tidak ada pengaruh perusakan terhadap tingkat kunjungan karaoke. Pasalnya, kejadian perusakan menimpa hotel, bukan usaha karaoke.
“Akar persoalannya tidak dengan karaoke. Selain itu kejadian perusakan siang hari, sementara aktivitas kami lebih banyak di malam hari,” kata Triyana.
Meski begitu, lanjut dia, Akrab telah menginstruksikan para pengusaha karaoke untuk lebih berhati-hati menyikapi kemungkinan terulangnya kejadian yang sama.
“Tidak ada penjagaan khusus tapi kami sudah minta meningkatkan kewaspadaan dan koordinasi antar karaoke. Semisal untuk secepatnya menutup gerbang jika ada pergerakan massa yang dimungkinkan anarkistis,” imbuh dia.
Hotel, karaoke dan pusat kuliner tetap buka seperti biasa dan tidak ada penjagaan khusus dari aparat keamanan maupun masyarakat setempat.
“Aktivitas hotel dan restoran di Bandungan dan tempat lain di Kabupaten Semarang tetap berjalan seperti biasa. Secara umum tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap tingkat hunian atau okupansi hotel,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Semarang Sumardi Darmadji, Rabu (19/3/2014).
Ketua Asosiasi Karaoke Bandungan (Akrab) Yan Triyana menyatakan tidak ada pengaruh perusakan terhadap tingkat kunjungan karaoke. Pasalnya, kejadian perusakan menimpa hotel, bukan usaha karaoke.
“Akar persoalannya tidak dengan karaoke. Selain itu kejadian perusakan siang hari, sementara aktivitas kami lebih banyak di malam hari,” kata Triyana.
Meski begitu, lanjut dia, Akrab telah menginstruksikan para pengusaha karaoke untuk lebih berhati-hati menyikapi kemungkinan terulangnya kejadian yang sama.
“Tidak ada penjagaan khusus tapi kami sudah minta meningkatkan kewaspadaan dan koordinasi antar karaoke. Semisal untuk secepatnya menutup gerbang jika ada pergerakan massa yang dimungkinkan anarkistis,” imbuh dia.
(sms)