Dampak gunung Slamet, kandungan air Guci diteliti
Jum'at, 14 Maret 2014 - 20:26 WIB
Dampak gunung Slamet, kandungan air Guci diteliti
A
A
A
Sindonews.com - Kandungan air di obyek wisata pemandian air panas Guci, Kabupaten Tegal, akan diteliti seiring terus terjadinya aktivitas letusan asap dan gempa di puncak Gunung Slamet.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Muhammad Hendrasto mengungkapkan, suhu air di kawasan obyek wisata Guci masih aman.
Suhu air berkisar 28 - 49 derajat celcius. "Suhu air di Guci naik turun tapi masih aman," kata Hendrasto di Pos Pemantau Gunung Slamet Gambuhan kepada Sindonews.com Jumat (14/3/14).
Sampel air yang diteliti perkembangan suhunya tersebut berasal dari sumber air di wilayah Pandansari, Sicaya dan Pengasihan.
Seluruhnya berada di obyek wisata Guci. "Sebenarnya ada banyak sumber air, tapi untuk sampel diambil dari tiga itu," kata dia.
Selain memantau peningkatan suhu air, PVMBG juga akan meneliti kandungan air yang ada di sekitar Gunung Slamet untuk mengetahui tingkat keamanan penggunaan air setelah ada peningkatan aktivitas Gunung Slamet.
Menurut Hendrasto kandungan sampel air akan diteliti di laboratorium PVMBG di Bandung "Kandungan air baru akan kami analisis, seperti kandungan belerang dan kandungan lainnya," ujarnya.
Kepala UPTD Obyek Wisata Guci Abdul Haris mengatakan, sejak Gunung Slamet berstatus waspada suhu air di pancuran yang biasa dikunjungan wisatawan dipantau rutin. Jika suhu air melebihi batas normal, Guci akan ditutup untuk umum.
"Saat ini masih berkisar 40-an derajat, masih normal. Bahaya itu kalau di atas 50 derajat," kata Abdul kepada Sindonews.com, Jumat (14/3/14).
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Muhammad Hendrasto mengungkapkan, suhu air di kawasan obyek wisata Guci masih aman.
Suhu air berkisar 28 - 49 derajat celcius. "Suhu air di Guci naik turun tapi masih aman," kata Hendrasto di Pos Pemantau Gunung Slamet Gambuhan kepada Sindonews.com Jumat (14/3/14).
Sampel air yang diteliti perkembangan suhunya tersebut berasal dari sumber air di wilayah Pandansari, Sicaya dan Pengasihan.
Seluruhnya berada di obyek wisata Guci. "Sebenarnya ada banyak sumber air, tapi untuk sampel diambil dari tiga itu," kata dia.
Selain memantau peningkatan suhu air, PVMBG juga akan meneliti kandungan air yang ada di sekitar Gunung Slamet untuk mengetahui tingkat keamanan penggunaan air setelah ada peningkatan aktivitas Gunung Slamet.
Menurut Hendrasto kandungan sampel air akan diteliti di laboratorium PVMBG di Bandung "Kandungan air baru akan kami analisis, seperti kandungan belerang dan kandungan lainnya," ujarnya.
Kepala UPTD Obyek Wisata Guci Abdul Haris mengatakan, sejak Gunung Slamet berstatus waspada suhu air di pancuran yang biasa dikunjungan wisatawan dipantau rutin. Jika suhu air melebihi batas normal, Guci akan ditutup untuk umum.
"Saat ini masih berkisar 40-an derajat, masih normal. Bahaya itu kalau di atas 50 derajat," kata Abdul kepada Sindonews.com, Jumat (14/3/14).
(ilo)