BPBD siapkan titik evakuasi warga Gunung Slamet
Jum'at, 14 Maret 2014 - 18:29 WIB
BPBD siapkan titik evakuasi warga Gunung Slamet
A
A
A
Sindonews.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah berencana menggelar rapat koordinasi dengan melibatkan lima BPBD.
Masing–masing BPBD Kabupaten Pemalang, BPBD Kabupaten Banyumas, BPBD Kabupaten Brebes, BPBD Kabupaten Tegal, dan BPBD Kabupaten Purbalingga.
“Surat dari gubernur (Ganjar Pranowo) juga segera dikirimkan ke lima bupati masing–masing daerah itu. Lima kabupaten itu berbatasan langsung dengan Gunung Slamet. Surat gubernur itu intinya agar masyarakat tidak mendekat radius dua km dari puncak,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah Sarwa Pramana, Jumat (14/3/2014).
Pihaknya, jelas Sarwa, sudah melakukan berbagai persiapan jika sewaktu–waktu Gunung Slamet meletus. Pihaknya sudah menyiapkan titik–titik kumpul, dan melibatkan para relawan. “Untuk stok logistik bencana masih aman,” tandasnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, dalam sejarah Gunung Slamet tidak pernah meletus secara besar. “Namun demikian, kami tetap waspadai jika ada penyimpangan di luar pengamatan. Karena dampaknya bisa radius empat km dari puncak,” terangnya.
Baca juga:
Sejarah mencatat Gunung Slamet tidak pernah meletus besar
Masing–masing BPBD Kabupaten Pemalang, BPBD Kabupaten Banyumas, BPBD Kabupaten Brebes, BPBD Kabupaten Tegal, dan BPBD Kabupaten Purbalingga.
“Surat dari gubernur (Ganjar Pranowo) juga segera dikirimkan ke lima bupati masing–masing daerah itu. Lima kabupaten itu berbatasan langsung dengan Gunung Slamet. Surat gubernur itu intinya agar masyarakat tidak mendekat radius dua km dari puncak,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah Sarwa Pramana, Jumat (14/3/2014).
Pihaknya, jelas Sarwa, sudah melakukan berbagai persiapan jika sewaktu–waktu Gunung Slamet meletus. Pihaknya sudah menyiapkan titik–titik kumpul, dan melibatkan para relawan. “Untuk stok logistik bencana masih aman,” tandasnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, dalam sejarah Gunung Slamet tidak pernah meletus secara besar. “Namun demikian, kami tetap waspadai jika ada penyimpangan di luar pengamatan. Karena dampaknya bisa radius empat km dari puncak,” terangnya.
Baca juga:
Sejarah mencatat Gunung Slamet tidak pernah meletus besar
(san)