BPBD se Jateng gelar rakor bahas Gunung Slamet
Rabu, 12 Maret 2014 - 19:04 WIB
BPBD se Jateng gelar rakor bahas Gunung Slamet
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Sarwa Pramana mengatakan sejauh ini aktivitas Gunung Slamet cenderung menurun. Walau demikian, statusnya masih waspada level II.
"Semoga tidak terjadi letusan. Gunung Slamet pernah meletus pada 1999, namun kemungkinan gunung itu meletus hebat peluangnya kecil," katanya, Rabu (12/3/2014).
BPBD Jateng, kata Sarwa, dalam waktu dekat akan mengumpulkan BPBD yang ada di Jawa Tengah untuk melakukan rapat koordinasi terkait Gunung Slamet.
"Kami juga belajar banyak dari anomali yang terjadi di Kelud (Gunung Kelud)," lanjutnya.
Sarwa mengatakan larangan melakukan pendakian telah dikeluarkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Surat akan diserahkan ke lima kabupaten yang berbatasan langsung dengan Gunung Slamet.
"Suratnya juga untuk sosialisasi, evakuasi warga dalam radius 2 km dari puncak. Warga diimbau tidak panik, dan patuh terhadap aturan - aturan," katanya.
Sementara Ganjar Pranowo menyatakan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Slamet terus dilakukan.
"BPBD kemarin sudah ke sana, kerja semua. Masyarakat dikabarkan siap evakuasi dan kami siaga," katanya.
'Terpisah, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah, Teguh Dwi Paryono, mengatakan pihaknya terus memantau energi di bawah permukaan yang masih dinamis. "Kami amati fluktuatifnya, semoga tidak terjadi peningkatan,"
tambahnya.
Baca juga :
Gunung Slamet masih keluarkan letusan asap
"Semoga tidak terjadi letusan. Gunung Slamet pernah meletus pada 1999, namun kemungkinan gunung itu meletus hebat peluangnya kecil," katanya, Rabu (12/3/2014).
BPBD Jateng, kata Sarwa, dalam waktu dekat akan mengumpulkan BPBD yang ada di Jawa Tengah untuk melakukan rapat koordinasi terkait Gunung Slamet.
"Kami juga belajar banyak dari anomali yang terjadi di Kelud (Gunung Kelud)," lanjutnya.
Sarwa mengatakan larangan melakukan pendakian telah dikeluarkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Surat akan diserahkan ke lima kabupaten yang berbatasan langsung dengan Gunung Slamet.
"Suratnya juga untuk sosialisasi, evakuasi warga dalam radius 2 km dari puncak. Warga diimbau tidak panik, dan patuh terhadap aturan - aturan," katanya.
Sementara Ganjar Pranowo menyatakan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Slamet terus dilakukan.
"BPBD kemarin sudah ke sana, kerja semua. Masyarakat dikabarkan siap evakuasi dan kami siaga," katanya.
'Terpisah, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah, Teguh Dwi Paryono, mengatakan pihaknya terus memantau energi di bawah permukaan yang masih dinamis. "Kami amati fluktuatifnya, semoga tidak terjadi peningkatan,"
tambahnya.
Baca juga :
Gunung Slamet masih keluarkan letusan asap
(sms)