Pondok pengajian di OKI dibakar massa
Selasa, 11 Maret 2014 - 19:52 WIB
Pondok pengajian di OKI dibakar massa
A
A
A
Sindonews.com - Salah satu pondok pengajian di Desa Sungai Jeruju, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dibakar oleh massa.
Ratusan massa tersebut terprovokasi oleh sekelompok orang yang mengatakan bahwa pondok pengajian tersebut mengajarkan aliran sesat.
Pembakaran bangunan pondok pengajian yang diberi nama Izzul Islam milik Ustaz Zulkifli, terjadi pada hari Senin (10/3/2014) malam.
Beruntung saat terjadinya aksi pembakaran itu pondok pengajian yang akan dijadikan pesantren itu dalam keadaan kosong, dan ditinggal pemiliknya.
Sementara isteri dan dua anaknya sudah dievakuasi oleh anggota Polsek Cengal, sehingga tidak terdapat korban jiwa. Api dapat dipadamkan oleh masyarakat dan jemaah pengikut dalam pengajian tersebut.
”Masyarakat disana yang merupakan mayoritas fanatik Nahdatul Ulama (NU) berbeda pendapat dengan pengikut Ustaz Zulkifli,” kata Kasat Reskrim Polres OKI AKP Surachman.
Menurut Kasat, Zuklifli merupakan orang pendatang dari Lampung. Lalu pria ini mendirikan pondok pengajian yang diikuti oleh beberapa jamaah dari warga setempat.
”Berdasarkan informasi masyarakat setempat, Dalam ajarannya bahwa Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yasinan dan tahlilan saat orang meninggal dunia dianggap Bid’ah, sehingga membuat masyarakat setempat yang merupakan pengikut NU, merasa tersinggung,” jelasnya.
Puncaknya saat disalah satu masjid setempat, masyarakat mengundang penceramah dari luar desa untuk mengisi ceramah di masjid setempat sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
”Saat itu juga salah satu jamaah Ustaz Zukifli, mengatakan bahwa peringatan maulid itu Bid’ah, lalu terjadi perdebatan antara jamaah masjid dengan jamaah Ustaz Zulkifli, sehingga akhirnya terjadi pembakaran tersebut,” timpalnya.
Ratusan massa tersebut terprovokasi oleh sekelompok orang yang mengatakan bahwa pondok pengajian tersebut mengajarkan aliran sesat.
Pembakaran bangunan pondok pengajian yang diberi nama Izzul Islam milik Ustaz Zulkifli, terjadi pada hari Senin (10/3/2014) malam.
Beruntung saat terjadinya aksi pembakaran itu pondok pengajian yang akan dijadikan pesantren itu dalam keadaan kosong, dan ditinggal pemiliknya.
Sementara isteri dan dua anaknya sudah dievakuasi oleh anggota Polsek Cengal, sehingga tidak terdapat korban jiwa. Api dapat dipadamkan oleh masyarakat dan jemaah pengikut dalam pengajian tersebut.
”Masyarakat disana yang merupakan mayoritas fanatik Nahdatul Ulama (NU) berbeda pendapat dengan pengikut Ustaz Zulkifli,” kata Kasat Reskrim Polres OKI AKP Surachman.
Menurut Kasat, Zuklifli merupakan orang pendatang dari Lampung. Lalu pria ini mendirikan pondok pengajian yang diikuti oleh beberapa jamaah dari warga setempat.
”Berdasarkan informasi masyarakat setempat, Dalam ajarannya bahwa Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yasinan dan tahlilan saat orang meninggal dunia dianggap Bid’ah, sehingga membuat masyarakat setempat yang merupakan pengikut NU, merasa tersinggung,” jelasnya.
Puncaknya saat disalah satu masjid setempat, masyarakat mengundang penceramah dari luar desa untuk mengisi ceramah di masjid setempat sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
”Saat itu juga salah satu jamaah Ustaz Zukifli, mengatakan bahwa peringatan maulid itu Bid’ah, lalu terjadi perdebatan antara jamaah masjid dengan jamaah Ustaz Zulkifli, sehingga akhirnya terjadi pembakaran tersebut,” timpalnya.
(sms)