Warga perbaiki Jembatan Citamiang seadanya
Senin, 10 Maret 2014 - 14:51 WIB
Warga perbaiki Jembatan Citamiang seadanya
A
A
A
Sindonews.com - Warga dari sejumlah dusun di Desa Cikondang, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, bergotong royong memperbaiki Jembatan Citamiang.
Perbaikan alakadarnya itu dilakukan warga karena hingga kini pemerintah belum memberikan bantuan.
“Kondisinya sudah rusak parah. Kami tidak ingin ada yang menjadi korban saat melintasi jembatan satu-satunya bagi warga kami ini,” kata Wawan Setiawan, Ketua RW09 Dusun Citamiang, Desa Cikondang, Senin (10/3/2014).
Dengan cara swadaya, warga mulai memperbaiki jembatan yang terbentang sejauh 80 meter tersebut. Caranya yaitu mengganti bambu pijakan dan menyambung kembali kawat baja yang telah putus dengan kawat biasa.
"Kami memperbaikinya bersama-sama, dari pagi hari sampai sore. Mudah-mudahan cepat selesai dan bisa digunakan,” timpal Wawan.
Dia sendiri enggan menyebutkan berapa rupiah dana yang dikumpulkan oleh warga untuk memperbaiki jembatan rawayan (jembatan gantung) ini. Pasalnya, warga hanya menyumbangkan tenaga dan bahan baku seadanya.
"Semua dilakukan seikhlasnya. Ada yang menyumbang tenaga, ada juga yang menyumbang bambu,” katanya.
Salah satu warga, Sutisna (40), mengaku senang dapat membantu dalam aktivitas gotong royong tersebut. Menurut dia, lebih baik warga memperbaiki jembatan secara tradisional daripada menunggu bantuan yang belum pasti kabarnya.
“Anak-anak kami melintasi jembatan ini setiap hari karena harus sekolah. Kalau diam dan menunggu, kapan jembatan ini bisa dilintasi dengan aman,” katanya.
Seperti diketahui, Jembatan Citamiang ini melintang di atas Sungai Cisanggiri. Jembatan yang telah didirikan sejak tahun 1968 silam tersebut menghubungkan empat dusun, yaitu Dusun Citamiang, Hegar, Bentar, dan Nangorak, dengan pusat Desa Cikondang.
Puluhan pelajar SD Cikondang I dan SMPN 4 Cisompet harus bergelantungan beradu nyawa saat melintasi jembatan itu untuk sekolah.
Sejak didirikan puluhan tahun yang lalu, jembatan ini sering mengalami kerusakan dan pernah memakan korban dua orang.
Baca juga :
Jembatan Citamiang menelan 2 korban jiwa
Perbaikan alakadarnya itu dilakukan warga karena hingga kini pemerintah belum memberikan bantuan.
“Kondisinya sudah rusak parah. Kami tidak ingin ada yang menjadi korban saat melintasi jembatan satu-satunya bagi warga kami ini,” kata Wawan Setiawan, Ketua RW09 Dusun Citamiang, Desa Cikondang, Senin (10/3/2014).
Dengan cara swadaya, warga mulai memperbaiki jembatan yang terbentang sejauh 80 meter tersebut. Caranya yaitu mengganti bambu pijakan dan menyambung kembali kawat baja yang telah putus dengan kawat biasa.
"Kami memperbaikinya bersama-sama, dari pagi hari sampai sore. Mudah-mudahan cepat selesai dan bisa digunakan,” timpal Wawan.
Dia sendiri enggan menyebutkan berapa rupiah dana yang dikumpulkan oleh warga untuk memperbaiki jembatan rawayan (jembatan gantung) ini. Pasalnya, warga hanya menyumbangkan tenaga dan bahan baku seadanya.
"Semua dilakukan seikhlasnya. Ada yang menyumbang tenaga, ada juga yang menyumbang bambu,” katanya.
Salah satu warga, Sutisna (40), mengaku senang dapat membantu dalam aktivitas gotong royong tersebut. Menurut dia, lebih baik warga memperbaiki jembatan secara tradisional daripada menunggu bantuan yang belum pasti kabarnya.
“Anak-anak kami melintasi jembatan ini setiap hari karena harus sekolah. Kalau diam dan menunggu, kapan jembatan ini bisa dilintasi dengan aman,” katanya.
Seperti diketahui, Jembatan Citamiang ini melintang di atas Sungai Cisanggiri. Jembatan yang telah didirikan sejak tahun 1968 silam tersebut menghubungkan empat dusun, yaitu Dusun Citamiang, Hegar, Bentar, dan Nangorak, dengan pusat Desa Cikondang.
Puluhan pelajar SD Cikondang I dan SMPN 4 Cisompet harus bergelantungan beradu nyawa saat melintasi jembatan itu untuk sekolah.
Sejak didirikan puluhan tahun yang lalu, jembatan ini sering mengalami kerusakan dan pernah memakan korban dua orang.
Baca juga :
Jembatan Citamiang menelan 2 korban jiwa
(sms)