Rusak parah, perbaikan jalan Daan Mogot ditarget
Selasa, 04 Maret 2014 - 18:49 WIB
Rusak parah, perbaikan jalan Daan Mogot ditarget
A
A
A
Sindonews.com - Meski tender belum dilakukan, tapi proyek peninggian jalan dengan makadam (pasir dan batu) di Jalan Daan Mogot KM 13 memang harus dilakukan. Pasalnya, jalan tersebut menjadi salah satu lokasi yang parah jika hujan datang.
"Tanggap darurat itu tidak boleh permanen," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Dharma Sutisna di Jakarta, Selasa (4/3/2014).
Walaupun begitu, kata Dharma, pihaknya masih menunggu surat keputusan pengadaan tender pengerjaan proyek betonisasi jalan yang sudah ditinggikan dengan makadam tersebut. Kedepan, jalan itu akan rata dengan ruas jalan sebelahnya yang sudah ditinggikan.
"Maret ini mudah-mudahan proses tender rampung, pengerjaannya sendiri diperkirakan memakan waktu enam bulan," terangnya.
Selain itu, Khadis (53), bersama sepuluh pekerja lainya yang baru mengerjakan pada Senin 3 Maret 2014 kemarin ini mengatakan, pihaknya hanya mengurusi drainase di jalan itu, bukan untuk perbaikan jalan tersebut.
"Kami hanya pekerja saluran air dan pembuatan trotoar, bukan pekerja perbaikan jalan," ujarnya.
Selain itu, Mahidin (40), petugas keamanan Samsat Jakarta Barat mengatakan, pengerjaan jalan di depan kantornya itu sudah sebulan dibiarkan mangkrak.
Bahkan, akibat krikil dan pasir yang dibiarkan begitu saja membuat licin jalan sehingga bisa memakan korban. "Banyak yang jatuh kalau hujan, kerikilnya keluar dan jalan menjadi becek," ujarnya.
Berdasarkan pantauan, ruas jalan dari mulai u-turn Dispenda Jakarta Barat hingga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jembatan Gantung diselimuti kabut debu dari lapisan makadam setinggi 40 centimeter yang dilintasi kendaraan.
Jalan yang telah ditinggikan beralaskan makadam terlihat tidak rata dan membuat pengendara menurunkan kecepatannya saat melintas.
Separator Transjakarta setinggi 30 cm tidak lagi berdiri, jalurnya pun tidak lagi steril lantaran bisa dilintasi kendaraan umum, selain Transjakarta dan trotoar-trotoar jalan saat ini sedang dibongkar oleh sejumlah pekerja.
Baca:
Jalan Daan Mogot berkabut debu beralasan krikil
"Tanggap darurat itu tidak boleh permanen," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Dharma Sutisna di Jakarta, Selasa (4/3/2014).
Walaupun begitu, kata Dharma, pihaknya masih menunggu surat keputusan pengadaan tender pengerjaan proyek betonisasi jalan yang sudah ditinggikan dengan makadam tersebut. Kedepan, jalan itu akan rata dengan ruas jalan sebelahnya yang sudah ditinggikan.
"Maret ini mudah-mudahan proses tender rampung, pengerjaannya sendiri diperkirakan memakan waktu enam bulan," terangnya.
Selain itu, Khadis (53), bersama sepuluh pekerja lainya yang baru mengerjakan pada Senin 3 Maret 2014 kemarin ini mengatakan, pihaknya hanya mengurusi drainase di jalan itu, bukan untuk perbaikan jalan tersebut.
"Kami hanya pekerja saluran air dan pembuatan trotoar, bukan pekerja perbaikan jalan," ujarnya.
Selain itu, Mahidin (40), petugas keamanan Samsat Jakarta Barat mengatakan, pengerjaan jalan di depan kantornya itu sudah sebulan dibiarkan mangkrak.
Bahkan, akibat krikil dan pasir yang dibiarkan begitu saja membuat licin jalan sehingga bisa memakan korban. "Banyak yang jatuh kalau hujan, kerikilnya keluar dan jalan menjadi becek," ujarnya.
Berdasarkan pantauan, ruas jalan dari mulai u-turn Dispenda Jakarta Barat hingga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jembatan Gantung diselimuti kabut debu dari lapisan makadam setinggi 40 centimeter yang dilintasi kendaraan.
Jalan yang telah ditinggikan beralaskan makadam terlihat tidak rata dan membuat pengendara menurunkan kecepatannya saat melintas.
Separator Transjakarta setinggi 30 cm tidak lagi berdiri, jalurnya pun tidak lagi steril lantaran bisa dilintasi kendaraan umum, selain Transjakarta dan trotoar-trotoar jalan saat ini sedang dibongkar oleh sejumlah pekerja.
Baca:
Jalan Daan Mogot berkabut debu beralasan krikil
(mhd)