Samuel tak bisa buktikan keabsahan panti
Selasa, 04 Maret 2014 - 14:19 WIB
Samuel tak bisa buktikan keabsahan panti
A
A
A
Sindonews.com - Keabsahan Yayasan dan Panti Asuhan Samuel ternyata tidak bisa dibuktikan dengan dokumen yang sah. Samuel Watulingan sebagai pemilik panti tersebut tidak bisa membuktikan keabsahan itu saat diperiksa penyidik.
"Mereka beralasan semuanya belum diurus karena perpindahan dari kabupaten ke kota," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (4/3/2014).
Saat diminta berkas perpindahan panti asuhan tersebut, Samuel juga tidak bisa menunjukkannya. Oleh karena itu penutupan Panti Asuhan Samuel oleh Sudin Sosial Kota Tangerang merupakan langkah yang tepat.
"Jadi sah-sah saja kalau ditutup paksa, karena saat diperiksa mereka tidak bisa menunjukkan dokumen resmi terkait panti itu," tuturnya.
Nantinya, penyidik juga akan menelusuri tujuan yayasan tersebut didirikan. "Nanti dalam pemeriksaan terungkap untuk apa yayasan didirikan," pungkasnya.
Selain itu, secara administrasi yayasan tersebut juga kacau. Karena sampai saat ini tidak ada pencatatan sumbangan atau donasi yang diberikan oleh para donatur. Sehingga, pihaknya kesulitan menemukan penyimpangan yang dilakukan oleh Samuel.
Polda Metro akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap para donatur terkait sumbangan uang diberikan. "Kita harapkan setelah melakukan pemeriksaan dengan donatur bisa diungkap penyimpangannya," pungkasnya.
"Mereka beralasan semuanya belum diurus karena perpindahan dari kabupaten ke kota," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (4/3/2014).
Saat diminta berkas perpindahan panti asuhan tersebut, Samuel juga tidak bisa menunjukkannya. Oleh karena itu penutupan Panti Asuhan Samuel oleh Sudin Sosial Kota Tangerang merupakan langkah yang tepat.
"Jadi sah-sah saja kalau ditutup paksa, karena saat diperiksa mereka tidak bisa menunjukkan dokumen resmi terkait panti itu," tuturnya.
Nantinya, penyidik juga akan menelusuri tujuan yayasan tersebut didirikan. "Nanti dalam pemeriksaan terungkap untuk apa yayasan didirikan," pungkasnya.
Selain itu, secara administrasi yayasan tersebut juga kacau. Karena sampai saat ini tidak ada pencatatan sumbangan atau donasi yang diberikan oleh para donatur. Sehingga, pihaknya kesulitan menemukan penyimpangan yang dilakukan oleh Samuel.
Polda Metro akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap para donatur terkait sumbangan uang diberikan. "Kita harapkan setelah melakukan pemeriksaan dengan donatur bisa diungkap penyimpangannya," pungkasnya.
(mhd)