Sekolah disegel, siswa SD batal mid semester
Senin, 03 Maret 2014 - 11:10 WIB
Sekolah disegel, siswa SD batal mid semester
A
A
A
Sindonews.com - Akibat penyegelan SD Negeri Sawah Baru 1 dan SD Negeri Sawah Baru 2, di Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, ratusan siswa -siswi didua sekolah ini tidak dapat mengikuti mid (ujian tengah) semester.
"Hari ini mid semester, tahu-tahunya pas sampai sekolah, sekolahnya digembok ada tulisan segel," kata Nico salah seorang siswa kelas III SDN Sawah Baru 1, Senin (3/3/2014).
Akibatnya Nico dan kawan-kawannya yang sudah datang ke sekolah kembali pulang ke rumah.
Salah satu orang tua siswa, yang enggan disebut namanya langsung datang ke sekolah begitu tahu anaknya tidak bisa ikut mid akibat sekolah disegel.
"Kasihan anak-anak kan harusnya mereka mid semester, harusnya pihak sekolah dan pemerintah bisa lebih memperhatikan dan mengantisipasi hal-hal seperti ini," ucapnya emosi.
Sementara itu Kepala Sekolah SDN Sawah Baru 2, Hardianah. Mengaku sama sekali tidak tak tahu menahu soal sengketa lahan antar Pemkot dengan warga yang mengaku ahli waris.
"Saat ini sudah kami laporkan kepada Dinas Pendidikan dan dinas terkait lainnya. Nanti akan dirundingkan bersama," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, Dua sekolah dan satu bangunan kantor kelurahan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), di segel warga yang mengaku ahli waris Rijin Nuri.
Sekolah tersebut adalah SD Negeri Sawah Baru 1 dan SD Negeri Sawah Baru 2, serta Kantor Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel.
"Hari ini mid semester, tahu-tahunya pas sampai sekolah, sekolahnya digembok ada tulisan segel," kata Nico salah seorang siswa kelas III SDN Sawah Baru 1, Senin (3/3/2014).
Akibatnya Nico dan kawan-kawannya yang sudah datang ke sekolah kembali pulang ke rumah.
Salah satu orang tua siswa, yang enggan disebut namanya langsung datang ke sekolah begitu tahu anaknya tidak bisa ikut mid akibat sekolah disegel.
"Kasihan anak-anak kan harusnya mereka mid semester, harusnya pihak sekolah dan pemerintah bisa lebih memperhatikan dan mengantisipasi hal-hal seperti ini," ucapnya emosi.
Sementara itu Kepala Sekolah SDN Sawah Baru 2, Hardianah. Mengaku sama sekali tidak tak tahu menahu soal sengketa lahan antar Pemkot dengan warga yang mengaku ahli waris.
"Saat ini sudah kami laporkan kepada Dinas Pendidikan dan dinas terkait lainnya. Nanti akan dirundingkan bersama," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, Dua sekolah dan satu bangunan kantor kelurahan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), di segel warga yang mengaku ahli waris Rijin Nuri.
Sekolah tersebut adalah SD Negeri Sawah Baru 1 dan SD Negeri Sawah Baru 2, serta Kantor Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel.
(ysw)