Warga gunakan senpi rakitan dan golok saat bentrok di OKI
Jum'at, 28 Februari 2014 - 20:13 WIB
Warga gunakan senpi rakitan dan golok saat bentrok di OKI
A
A
A
Sindonews.com - Bentrok antarwarga Desa Sungai Ceper dengan warga Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ternyata menggunakan senjata api rakitan berupa pistol dan golok.
Kedua kelompok tersebut dengan mudah membawa senjata api rakitan (senpira) karena Desa Sungai Ceper terkenal sebagai tempat produksi senpira.
Akibatnya saat bentrok terjadi saling tembak dan bacok antar sesama warga Kecamatan Sungai Menang tersebut.
Menurut Efli warga Gajah Mati, bentrok berawal saat mobil truk milik Nopen warga Gajah Mati akan masuk ke lokasi perusahaan, kemudian laju truk itu distop oleh kelompok Novel dari Sungai Ceper.
Sempat terjadi ketegangan antara Novel dan sopir truk, kemudian kelompok Nopen selaku pemilik truk datang ke lokasi, hingga kedua kelompok yang sudah membekali diri dengan pistol rakitan dan golok ini terlibat saling tembak dan bacok.
Akibat bentrok tersebut, Novel mengalami luka bacok dan sekarat, sementara Samri dari kelompok Sungai Ceper tewas akibat luka bacok.
Sedangkan kelompok dari Gajah Mati, Embun mengalami luka tembak dan luka bacok. Pria ini tewas di lokasi kemudian mayatnya dibakar. Tak lama usai kejadian kelurga Embun, Yono datang untuk mengambil mayat Embun juga ditembak di TKP dan tewas.
"Situasi di lokasi bentrok masih mencekam, kedua kelompok masih menyimpan dendam. Saat ini polisi dan anggota Kodim 040/OKI sudah berada di lokasi untuk mengamankan situasi, dan meredam konflik antar kedua kelompok ini," kata Efli.
Baca juga :
Bentrok warga OKI dipicu rebutan pengamanan lahan sawit
Bentrok antarwarga di OKI 3 tewas, 1 sekarat
Kedua kelompok tersebut dengan mudah membawa senjata api rakitan (senpira) karena Desa Sungai Ceper terkenal sebagai tempat produksi senpira.
Akibatnya saat bentrok terjadi saling tembak dan bacok antar sesama warga Kecamatan Sungai Menang tersebut.
Menurut Efli warga Gajah Mati, bentrok berawal saat mobil truk milik Nopen warga Gajah Mati akan masuk ke lokasi perusahaan, kemudian laju truk itu distop oleh kelompok Novel dari Sungai Ceper.
Sempat terjadi ketegangan antara Novel dan sopir truk, kemudian kelompok Nopen selaku pemilik truk datang ke lokasi, hingga kedua kelompok yang sudah membekali diri dengan pistol rakitan dan golok ini terlibat saling tembak dan bacok.
Akibat bentrok tersebut, Novel mengalami luka bacok dan sekarat, sementara Samri dari kelompok Sungai Ceper tewas akibat luka bacok.
Sedangkan kelompok dari Gajah Mati, Embun mengalami luka tembak dan luka bacok. Pria ini tewas di lokasi kemudian mayatnya dibakar. Tak lama usai kejadian kelurga Embun, Yono datang untuk mengambil mayat Embun juga ditembak di TKP dan tewas.
"Situasi di lokasi bentrok masih mencekam, kedua kelompok masih menyimpan dendam. Saat ini polisi dan anggota Kodim 040/OKI sudah berada di lokasi untuk mengamankan situasi, dan meredam konflik antar kedua kelompok ini," kata Efli.
Baca juga :
Bentrok warga OKI dipicu rebutan pengamanan lahan sawit
Bentrok antarwarga di OKI 3 tewas, 1 sekarat
(sms)