2 tewas & 100.248 jiwa mengungsi akibat erupsi Kelud
Jum'at, 14 Februari 2014 - 15:12 WIB
2 tewas & 100.248 jiwa mengungsi akibat erupsi Kelud
A
A
A
Sindonews.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dua orang meinggal dunia dan 100.248 mengungsi akibat erupsi Gunung Kelud.
Korban meninggal adalah Sail (60) warga RT 12/04 Dsn Ngutut, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Korban meninggal di bawah meja karena atap rumahnya roboh.
Korban lain Pontini (65), warga Dusun Plumbang, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang juga karena tertimpa tembok yang roboh. Robohnya rumah atau bangunan karena menahan beban pasir di bagian atap rumah yang konstruksinya kurang kuat.
"Jadi korban meninggal dunia bukan akibat dampak langsung dari erupsi, tetapi karena kecelakaan (musibah) atau dampak lain dari erupsi," jelas Kepala Pusat Informasi Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Jumat (14/2/2014).
Sementera itu, kondisi masyarakat di sekitar Gunung Kelud seperti di Blitar, Kediri dan Malang cukup kondusif.
Masyarakat telah melakukan aktivitas sehari-hari, kecuali di radius 10 kilometer yang masih harus mengungsi. Aktivitas vulkanik sendiiri menunjukan penurunan, namun statusnya tetap Awas (level IV).
Sedangkan 100.248 pengungsi saat ini berada di 172 titik pengungsian. Mereka berasal dari Kediri 66.319 orang di 205 titik, Blitar 28.970 orang di 63 titik, Tulungagung 1.349 di 11 titik dan Malang 3.610 orang di 14 titik.
Informasi terbaru sebagian dari mereka sudah meninggalkan pengungsian untuk kembali ke rumah. Di Blitar jumlah pengungsi yang semula 28.970 jiwa, saat ini pengungsi 2.070 jiwa yaitu di Kecamatan Garum (470 jiwa), Gandusari (500 jiwa), dan Nglegok (1.100 jiwa).
Sementara mengenai kebutuhan mendesak adalah masker dan relawan untuk membersihkan abu dan masker di jalan dan perumahan. Selain itu juga mobil tangki air untuk menyemprot jalan.
"Adanya informasi akan ada letusan besar diikuti awan panas, banjir lahar dingin dan gempa besar, itu adalah HOAX. Tidak benar. Jangan ikut-ikutan menyebarluaskan," tandas Sutopo mengimbau.
Korban meninggal adalah Sail (60) warga RT 12/04 Dsn Ngutut, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Korban meninggal di bawah meja karena atap rumahnya roboh.
Korban lain Pontini (65), warga Dusun Plumbang, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang juga karena tertimpa tembok yang roboh. Robohnya rumah atau bangunan karena menahan beban pasir di bagian atap rumah yang konstruksinya kurang kuat.
"Jadi korban meninggal dunia bukan akibat dampak langsung dari erupsi, tetapi karena kecelakaan (musibah) atau dampak lain dari erupsi," jelas Kepala Pusat Informasi Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Jumat (14/2/2014).
Sementera itu, kondisi masyarakat di sekitar Gunung Kelud seperti di Blitar, Kediri dan Malang cukup kondusif.
Masyarakat telah melakukan aktivitas sehari-hari, kecuali di radius 10 kilometer yang masih harus mengungsi. Aktivitas vulkanik sendiiri menunjukan penurunan, namun statusnya tetap Awas (level IV).
Sedangkan 100.248 pengungsi saat ini berada di 172 titik pengungsian. Mereka berasal dari Kediri 66.319 orang di 205 titik, Blitar 28.970 orang di 63 titik, Tulungagung 1.349 di 11 titik dan Malang 3.610 orang di 14 titik.
Informasi terbaru sebagian dari mereka sudah meninggalkan pengungsian untuk kembali ke rumah. Di Blitar jumlah pengungsi yang semula 28.970 jiwa, saat ini pengungsi 2.070 jiwa yaitu di Kecamatan Garum (470 jiwa), Gandusari (500 jiwa), dan Nglegok (1.100 jiwa).
Sementara mengenai kebutuhan mendesak adalah masker dan relawan untuk membersihkan abu dan masker di jalan dan perumahan. Selain itu juga mobil tangki air untuk menyemprot jalan.
"Adanya informasi akan ada letusan besar diikuti awan panas, banjir lahar dingin dan gempa besar, itu adalah HOAX. Tidak benar. Jangan ikut-ikutan menyebarluaskan," tandas Sutopo mengimbau.
(lns)