Pengungsi Gunung Kelud rawan terserang gangguan mental

Rabu, 12 Februari 2014 - 22:48 WIB
Pengungsi Gunung Kelud...
Pengungsi Gunung Kelud rawan terserang gangguan mental
A A A
Sindonews.com - Dua puluh persen warga yang akan mengungsi saat terjadi erupsi Gunung Kelud rawan mengalami gangguan kejiwaan. Terutama bagi para pengungsi perempuan dan anak-anak. Gangguan kejiawaan itu diakibatkan oleh depresi berat yang dihadapi para pengungsi.

“Saya sudah berdialog dengan Camat Wates, bahwa jika terjadi letusan, maka penyangga utama 21 ribu pengungsi Ngancar adalah Wates,” ujar Wakil Ketua Komisi IX DPR Nova Riyanti Yusuf, kepada wartawan, Rabu (12/2/2014).

Pemda Kabupaten Kediri, katanya, tidak mengalokasikan anggaran kesehatan untuk kesehatan jiwa para pengungsi. Untuk itu dibutuhkan kerjasama dari pemerintahan kabupaten dengan Kementerian kesehatan (Kemenkes), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), DPR, dan Pemda.

"Khsususnya dalam menyediakan kebutuhan pengungsi, baik dalam logistik maupun keperluan penunjang kesehatan, seperti air bersih, dan ketersedian MCK. Pengadaan air bersih dan jamban harus diperhatikan. Maksimal 1 jamban untuk 20 orang," terangnya.

Tidak adanya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Kediri, harusnya menjadi kewaspadaan bagi Pemkab Kediri, untuk cepat membuat BPBD. Terlebih saat status Gunung Kelud berubah dari waspada menjadi siaga. "Harus cepat dilakukan pensterilan lima kilometer,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Eka Viora menambahkan, persiapan mengungsi warga jika terjadi erupsi harus mulai disiapkan. Pembangunan sistem pelayanan kesehatan harus terintegrasi dengan menggerakan seluruh SDM petugas kesehatan dan kader terlatih.

"Masyarakat di sekitar Gunung Kelud belum mencapai gangguan kejiwaan. Namun, akibat bencana tersebut menimbulkan kesehatan jiwanya. Kalau sudah gangguan artinya sudah sakit, maka akan terganggu psikologis sosial dan kesehatan jiwanya,” ungkapnya.

Eka mengatakan, setiap bencana dipastikan menimbulkan dampak psikologi sosial kesehatan jiwa. Upaya pendampingan merupakan kesiapsiagaan bencana dalam meminimalisir dampak gangguan kejiwaan. Karenanya, jika tidak diantisipasi, maka kemungkinan akan terjadi 10-15 persen gangguan jiwa.

“Karena bencana langsung mengena kepada kehidupan sosial dan ekonomi. Maka akan timbul ketakutan terus menerus kalau tidak ada pedampingan,” ujarnya.

Menurut dia, Pemda di Kediri mempunyai anggaran kesehatan. Namun, kemungkinan tidak adanya pelatihan kesehatan jiwa untuk petugas kesehatan. Dalam hal bencana, baik pemda dan pemerintah pusat bekerja untuk memaksimal kapaitas building dari segi apapun untuk pengungsi.
(san)
Berita Terkait
Soekarno Putra Sang...
Soekarno Putra Sang Fajar, Kelahirannya Disambut Letusan Gunung Kelud
4 Legenda Gunung Berapi...
4 Legenda Gunung Berapi di Tanah Jawa, dari Merapi hingga Kelud
Djojodigdo, Kisah Patih...
Djojodigdo, Kisah Patih Blitar Penakluk Amukan Gunung Kelud
Kisah Tunggul Ametung...
Kisah Tunggul Ametung Nyaris Tewas saat Letusan Dahsyat Gunung Kelud
Kisah Tunggul Ametung...
Kisah Tunggul Ametung Mengejar Brahmana yang Memicu Letusan Dahsyat Gunung Kelud
Misteri Gunung Kelud...
Misteri Gunung Kelud dan Dendam Cinta Lembu Suro yang Bertepuk Sebelah Tangan
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
1 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
3 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
3 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
3 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
3 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
3 jam yang lalu
Infografis
10.056 Tentara Israel...
10.056 Tentara Israel Alami Gangguan Jiwa Akibat Lelah Berperang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved