Nelayan Suradadi ditemukan tewas di Pantai Wisuri
Kamis, 16 Januari 2014 - 10:07 WIB
Nelayan Suradadi ditemukan tewas di Pantai Wisuri
A
A
A
Sindonews.com - Nelayan yang hilang setelah perahu yang ditumpanginya tenggelam dihantam ombak di sekitar Pantai Suradadi, Kabupaten Tegal, ditemukan di Pantai Widuri, Kabupaten Pemalang, tadi malam sekira pukul 23.00 WIB.
"Sudah ditemukan tadi malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Kondisinya sudah meninggal," ujar Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tegal Guntur Setiawan kepada Sindonews, Kamis (16/1/2014).
Menurut Guntur, nelayan bernama Sarkum (60) itu ditemukan oleh warga setempat di sekitar Pantai Widuri. Setelah menginformasikan ke HNSI Kabupaten Tegal dan keluarganya, jenazah korban dibawa pulang ke rumahnya, di RT 10/17, Desa Suradadi, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, sekira pukul 03.00 WIB.
"Korban sudah dibawa pulang ke rumahnya untuk dimakamkan pagi ini," imbuh Guntur.
Menindaklanjuti kejadian ini, Guntur mengimbau para nelayan untuk tidak melaut lebih dulu mengingat ombak tinggi sekitar 3-5 meter disertai angin kencang masih melanda perairan Laut Jawa sehingga mengancam keselamatan para nelayan.
"Kami hanya bisa mengimbau, karena nelayan yang nekat melaut terdesak kebutuhan ekonomi," ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, perahu nelayan yang hendak melaut di Suradadi, Kabupaten Tegal, tepatnya di sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Suradadi, tenggelam dihantam ombak, pada Rabu 15 Januari 2014, sekira pukul 06.00 WIB.
Satu orang nelayan selamat dan satu lainnya hilang. Sedangkan perahu yang tenggelam ditemukan di Desa Demangharjo, Kecamatan Warureja atau sekitar tiga kilometer dari tempat perahu berangkat.
"Sudah ditemukan tadi malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Kondisinya sudah meninggal," ujar Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tegal Guntur Setiawan kepada Sindonews, Kamis (16/1/2014).
Menurut Guntur, nelayan bernama Sarkum (60) itu ditemukan oleh warga setempat di sekitar Pantai Widuri. Setelah menginformasikan ke HNSI Kabupaten Tegal dan keluarganya, jenazah korban dibawa pulang ke rumahnya, di RT 10/17, Desa Suradadi, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, sekira pukul 03.00 WIB.
"Korban sudah dibawa pulang ke rumahnya untuk dimakamkan pagi ini," imbuh Guntur.
Menindaklanjuti kejadian ini, Guntur mengimbau para nelayan untuk tidak melaut lebih dulu mengingat ombak tinggi sekitar 3-5 meter disertai angin kencang masih melanda perairan Laut Jawa sehingga mengancam keselamatan para nelayan.
"Kami hanya bisa mengimbau, karena nelayan yang nekat melaut terdesak kebutuhan ekonomi," ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, perahu nelayan yang hendak melaut di Suradadi, Kabupaten Tegal, tepatnya di sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Suradadi, tenggelam dihantam ombak, pada Rabu 15 Januari 2014, sekira pukul 06.00 WIB.
Satu orang nelayan selamat dan satu lainnya hilang. Sedangkan perahu yang tenggelam ditemukan di Desa Demangharjo, Kecamatan Warureja atau sekitar tiga kilometer dari tempat perahu berangkat.
(san)