Debus masih jadi idola

Minggu, 29 Desember 2013 - 16:04 WIB
Debus masih jadi idola
Debus masih jadi idola
A A A
Debus selama ini memiliki kaitan dengan kekebalan tubuh. Mereka yang menguasai ilmu kekebalan dipercaya memiliki kekuatan yang berbeda dengan manusia lain kebanyakan.

Dalam debus, beragam senjata tajam seperti pedang, golok, pisau, paku, hingga api, terlihat tak mampu melukai tubuh.

Hingga kini, pertunjukan debus kerap mengundang penontonnya menarik napas terpesona, terkadang berdecak kagum, menggelengkan kepala dengan rasa tak percaya, sampai bersikap skeptis.

Budayawan Cirebon Abidin Aslich menyebutkan, debus mengacu pada senjata tajam yang runcing di mana pemainnya kebal terhadap senjata itu.

“Tidak ada penanda pasti kapan debus muncul pertama kalinya, namun diperkirakan sekitar abad ke-15 atau ke-16,” ujarnya.

Awalnya, debus digunakan sebagai media syiar agama dengan variasi bela diri sebagai pembinaan kekuatan fisik di peguron-peguron (perguruan) santri.

Dikenal sebagai suatu kesenian bela diri berusia tua, rupanya hingga kini debus masih menjadi idola remaja di Cirebon.

Ismail (19) misalnya, mempelajari ilmu debus dalam silat yang ditekuninya. Meski tampak menakjubkan karena kekebalannya mampu mementalkan beragam jenis senjata tajam yang diadukan ke tubuhnya tanpa luka, tak menjadikan pemuda ini merasa memiliki kedigdayaan.

“Dalam silat yang saya tekuni, debus itu hanya penghias saja,” tukas Ismail.

Debus sendiri sebenarnya tak lepas dari keterampilan pelakunya menguasai ilmu pernapasan. Dengan kata lain, kekebalan yang diperoleh seseorang bukan karena dukungan hal klenik, melainkan kemampuan pernapasan seseorang.

Bagi Ismail, memiliki kekebalan bukan sesuatu hal yang layak menjadikannya angkuh. Sebab, menurut dia, kekebalan itu mutlak diperoleh atas izin Allah SWT. Karena itu, pelakunya bahkan dilarang menyombongkan diri atau berpamer akan kekebalannya.

Jika pantangan ini dilanggar, kata dia, celakalah pelakunya dan lebih jauh apa yang ditekuninya bisa hilang.

Di sejumlah sekolah, debus merupakan bagian dari silat yang menjadi kegiatan ekstrakurikuler bagi siswanya. Seperti dilakoni siswa-siswa SMKN 1 Kota Cirebon melalui perguruan silat Singa Baruangnya.

Bambang Eko Prasetyo, siswa kelas 2 Gambar Pembangunan mengungkapkan ketertarikannya pada silat dan debus di dalamnya, lebih untuk mengembangkan budaya asli Indonesia sendiri.

Terinspirasi dari sang kakek, dia bahkan mengidolakan debus. Dia pun setuju kekebalan yang dimilikinya bukan kualitas diri yang layak ditunjukkan begitu saja.

“Kalaupun ditunjukkan sebatas ketika ada pertunjukan saja, misalnya dalam acara sekolah. Bukan dengan menyombongkan diri atau sampai menantang orang berkelahi,” kata dia.

Bambang pernah menunjukkan kekebalannya saat harus menginjak dan berbaring di atas pecahan kaca. Beberapa rekannya kemudian menginjak bagian atas tubuh dan memperlihatkan pada penonton, tak ada luka di punggungnya setelah itu dan dia baik-baik saja.

Sekalipun begitu, dia mengakui ada rasa sakit. Hanya saja, dia menganggap hal itu sebagai ujian sejauh mana dirinya menguasai ilmu pernapasan.
(lns)
Berita Terkait
Bangun dan Revitalisasi...
Bangun dan Revitalisasi Sistem Pendidikan Seni dan Budaya lewat ODA
Menghidupkan Budaya...
Menghidupkan Budaya dan Kebersamaan dalam Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji
Art Love U Fest 2024:...
Art Love U Fest 2024: Bertemunya Seni dan Cinta di JDC
Indonesia Bertutur 2024,...
Indonesia Bertutur 2024, Upaya Perkuat Ekosistem Budaya
Napak Jagat Nusantara...
Napak Jagat Nusantara Penampil Utama dalam Gelaran Seni Budaya untuk Meriahkan Rangkaian HUT ke-79 TNI
Pecah, Puluhan Ribu...
Pecah, Puluhan Ribu Orang Padati Sakura Matsuri 2025 di Jababeka
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
2 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
2 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
2 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
3 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
3 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved