Oknum polisi pemilik kios miras maut diperiksa
Jum'at, 27 Desember 2013 - 19:35 WIB
Oknum polisi pemilik kios miras maut diperiksa
A
A
A
Sindonews.com - Pihak kepolisian berhasil mengidentifikasi tempat penjual miras oplosan yang menyebabkan tujuh orang tewas.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Martinus Sitompul, mengatakan, dari hasil penyelidikan korban membeli miras jenis Karamel atau LA di sebuah kios di Jalan Slamet yang tidak jauh dari lokasi pesta miras yakni di Jalan Babakan H Tamim, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung.
"Korban itu membeli dari sebuah toko jamu milik anggota polri, tapi tokonya disewakan kepada Romi," jelasnya.
Namun, dari keterangan sementara korban hanya membeli miras jenis Karamel di tempat itu. Diduga korban membeli bahan oplosan di tempat berbeda.
"Kita akan periksa Romi dan anggota polisi, yakni Aiptu R yang juga anggota Polsekta Kiaracondong sebagai pemilik kios," katanya.
Disinggung apakah penyewa kios atau pemilik kios akan dikenakan sanksi. Martinus menyebutkan, jika terbukti mereka bisa saja dikenakan Pasal Tipiring.
"Karena kan mereka hanya menjual miras saja. Tapi untuk oplosannya, itu di tempat berbeda," pungkasnya.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Martinus Sitompul, mengatakan, dari hasil penyelidikan korban membeli miras jenis Karamel atau LA di sebuah kios di Jalan Slamet yang tidak jauh dari lokasi pesta miras yakni di Jalan Babakan H Tamim, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung.
"Korban itu membeli dari sebuah toko jamu milik anggota polri, tapi tokonya disewakan kepada Romi," jelasnya.
Namun, dari keterangan sementara korban hanya membeli miras jenis Karamel di tempat itu. Diduga korban membeli bahan oplosan di tempat berbeda.
"Kita akan periksa Romi dan anggota polisi, yakni Aiptu R yang juga anggota Polsekta Kiaracondong sebagai pemilik kios," katanya.
Disinggung apakah penyewa kios atau pemilik kios akan dikenakan sanksi. Martinus menyebutkan, jika terbukti mereka bisa saja dikenakan Pasal Tipiring.
"Karena kan mereka hanya menjual miras saja. Tapi untuk oplosannya, itu di tempat berbeda," pungkasnya.
(lns)