Pengamen tuding Wali Kota Surabaya tukang kibul

Rabu, 25 Desember 2013 - 18:50 WIB
Pengamen tuding Wali...
Pengamen tuding Wali Kota Surabaya tukang kibul
A A A
Sindonews.com - Sejumlah pengamen di Taman Bungkul, Surabaya, protes dengan pernyataan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, yang mengaku memberikan uang kepada para pengamen.

Paulus, salah satu pengamen di Taman Bungkul, Surabaya, mengaku pernyataan Risma jauh dari kenyataan dan fakta yang ada.

"Tidak benar itu. Buktinya mana. Saya di sini sudah tiga tahun, tapi enggak ada," kata Paulus saat ditemui di sela-sela aktivitasnya mengamen di Taman Bungkul, Surabaya, Rabu (25/12/2013).

Ia juga menyebut, sampai hari ini juga tidak ada pembinaan dari Pemkot Surabaya. Jangankan uang, pembinaan saja tidak pernah ada. Ia juga berharap, Wali kota perempuan itu jangan asal bicara karena memang faktanya demikian.

"Saya berani kok ketemu sama Risma. Memang faktanya demikian. Enggak ada kok wali kota kasih uang ke kita-kita. Untuk makan ya kita harus ngamen," tambah pria berambut gondrong ini.

Paulus dan rekannya memang tidak pernah mengamen di luar Taman Bungkul, Surabaya. Dalam seharian mengamen, mereka biasanya mampu meraup rupiah rata-rata Rp75 ribu.

Senada juga dikatakan oleh rekan seprofesinya, Atak. Menurutnya, selama ini tidak pernah ada sentuhan dari Pemkot berupa pembinaan terhadap para pengamen. Ia juga mengaku kaget dengan pernyataan Wali Kota Surabaya itu.

"Kalau dia (Risma) bilang 78 grup pengamen itu darimana saja. Saya juga tidak tahu apa kepentingannya Risma ngomong demikian," katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, membocorkan jurusnya dalam mengentaskan pengamen dan pengemis di Surabaya.

"Kenapa di Surabaya enggak ada pengamen? Karena kami membina 79 grup pengamen. Kita suruh main di taman dan sentra PKL dan saya bayar. Mereka boleh taruh kaleng, tapi mereka enggak boleh minta," kata Risma di Gedung Pengayoman, Kemenkum HAM, Jakarta Selatan, Senin (23/12/2013) beberapa waktu lalu.

Sedangkan untuk para pengemis, kader PDI Perjuangan itu mengaku memberikan pelatihan kerja pada mereka. "Kalau mereka mau usaha makanan, kita sediakan pelatihan. Sampai alat masaknya kalau tidak bisa beli juga kita kasih. Begitu juga kalau mau belajar menjahit, kita belikan mesin jahitnya," terang Risma.
(rsa)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
22 menit yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
1 jam yang lalu
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
11 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
13 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
13 jam yang lalu
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
14 jam yang lalu
Infografis
7 Tantangan Zohran Mamdani...
7 Tantangan Zohran Mamdani Memimpin Kota New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved