Angka kematian ibu & bayi di Polman tinggi

Selasa, 24 Desember 2013 - 09:25 WIB
Angka kematian ibu &...
Angka kematian ibu & bayi di Polman tinggi
A A A
Sindonews.com - Meski Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Polman, Sulawesi Barat (Sulbar), mengalami penurunan. Namun kabupaten ini tetap berada di posisi tertinggi ketimbang kabupaten lainnya di Provinsi Sulbar.

Berdasarkan data Yayasan Swadaya Mitra Bangsa (Yasmib), perkembangan AKI di Polman dibandingkan lima kabupaten di Sulbar masih cukup tinggi. Yakni, pada 2011 sebanyak 13 orang, dan hanya mengalami penurunan satu orang pada 2012 yakni 12 orang.

Data per September tahun ini, AKI di Polman sebanyak delapan orang. Angka tersebut di atas Kabupaten Majene sebanyak empat orang, dan Mamasa lima orang.

Demikian diungkapkan Masita, pembicara dari Yasmib pada acara diskusi publik Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Polman 2014, yang digelar di Warkob Dg Sija, Polewali, Senin 23 Desember 2013.

Dikatakan Masita, selain AKI, untuk AKB, Polman juga masih berada di posisi tertinggi dibandingkan tiga kabupaten lain yakni Kabupaten Mamasa, Mamuju Utara, dan Majene, yang mencapai 75 orang pada 2011. Angka tersebut mengalami peningkatan menjadi 109 orang pada 2012.

Menurut Masita, tingginya AKI maupun AKB di Polman tersebut disebabkan karena beberapa faktor, yakni akses layanan kesehatan, dan anggaran yang kurang dibidang kesehatan.

“Kalaupun ada, anggaran tersebut lebih banyak pada yang sifatnya kegiatan-kegiatan, tetapi tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ujar Masita.

Olehnya itu, dalam upaya meminimalisir AKI maupun AKB tersebut, maka 2014 mendatang, perlu adanya perubahan kebijakan anggaran yang lebih berorientasi pada pemenuhan hak-hak dasar warga terutama bagi ibu dan anak.

Selain itu, Pemkab juga harus komitmen terhadap peningkatan anggaran kesehatan terkait keselamatan ibu dan anak, terpublikasinya hak-hak masyarakat miskin, perempuan, ibu, dan anak.

Kepala Sub Bidang Program dan Perencanaan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Polman, Arsyad Rahim Ali, mengakui anggaran kesehatan untuk pemenuhan hak-hak dasar untuk ibu dan anak masih sangat tidak seimbang.

Meski demikian, Arsyad membantah jika selama ini, pemerintah kurang memberikan perhatian dalam pemenuhan hak dasar tersebut karena pemerintah juga tetap memberikan layanan gratis kepada masyarakat khususnya terhadapa peralinan ibu.

“Memang saya pelajari dalam tiga tahun terakhir agak kurang maksimal anggarannya. Tetapi, kita tetap berupaya bagaimana memaksimalkan pelayanan,” kata Arsyad.
(san)
Berita Terkait
85 Bayi di Blitar Lahir...
85 Bayi di Blitar Lahir Meninggal Dunia, Dipengaruhi Kesehatan Ibu
Bangkalan Gempar, Seorang...
Bangkalan Gempar, Seorang Wanita Melahirkan 4 Bayi Kembar, Semuanya Meninggal
USAID Dorong Peran Fasyankes...
USAID Dorong Peran Fasyankes Swasta Tekan Angka Kematian Ibu Melahirkan
Siap-siap! Selain Biaya...
Siap-siap! Selain Biaya Sekolah, Melahirkan Juga Bakal Kena Pajak
Viral! Seorang Ibu di...
Viral! Seorang Ibu di Indramayu Melahirkan di Pinggir Jalan saat Menuju Puskesmas
Peran Penting Perawatan...
Peran Penting Perawatan Kesehatan Ibu setelah Melahirkan bagi Masa Depan Si Kecil
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
1 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
3 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
3 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
3 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
3 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
3 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved