Polisi tunda penyidikan dukun aborsi

Jum'at, 20 Desember 2013 - 18:38 WIB
Polisi tunda penyidikan...
Polisi tunda penyidikan dukun aborsi
A A A
Sindonews.com - Proses penyidikan tersangka dukun aborsi Sanenten alias Mbok Yam (65), dan asistennya Sulastri alias Mbok Ho (60), berjalan lamban. Tersangka Mbok Yam yang menderita penyakit darah tinggi kerap kambuh saat menjalani pemeriksaan.

Sementara asistennya, Mbok Ho juga tengah menderita penyakit diabetes. Penyidik terpaksa menunda pemeriksaan terhadap Mbok Yam, hingga kondisi fisiknya benar-benar sehat. Hal serupa juga diberlakukan kepada Mbok Ho yang hanya menjalani tahanan kota. Luka di kakinya akibat penyakit diabetes membutuhkan perawatan ekstra.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Agus I Supriyanto mengungkapkan, penundaan penyidikan ini karena kondisi kesehatan kedua tersangka memburuk. Dari hasil pemeriksaan kesehatan, gula darah Mbok Yam masih tinggi. Sehingga penyidik memilih untuk menunda untuk memeriksa Mbok Yam dan Mbok Ho.

"Kondisi fisik dan kesehatan kedua tersangka sedang sakit. Sehingga pemeriksaan belum bisa dilanjutkan. Kami akan menyediakan tim medis bila dibutuhkan," kata Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Agus Supriyanto, Jumat (20/12/2013).

Sementara itu, pemeriksaan terhadap saksi korban SS (14), belum bisa dilakukan karena kondisi fisiknya yang masih lemah paskca pulang paksa dari perawatan di RSUD dr Saleh. Untuk keperluan penyidikan, polisi telah mengambil sampel darah korban gagal aborsi untuk dicocokkan dengan barang bukti orok yang telah dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polri di Surabaya.

Menurut AKP Agus Suprianto, penyidik sebenarnya tidak perlu pengakuan dari pihak tersangka. Sebab dari bukti-bukti dan keterangan saksi-saksi yang didapat sudah cukup untuk menjerat tindak pidana yang dilakukan. Saat ini, proses pemberkasan sudah dalam tahap penyelesaian.

"Berkas perkaranya masih dalam taraf penyelesaian. Kami berkeinginan untuk mengungkap keterangan yang lain dari tersangka utama maupun kedua. Sementara ini memang masih sepenggal-sepenggal," jelasnya.
(san)
Berita Terkait
Pengungkapan Kasus Praktik...
Pengungkapan Kasus Praktik Aborsi Ilegal di Bali
2 Bidan di Kota Kendari...
2 Bidan di Kota Kendari Gugurkan Kandungan Siswa Kelas 1 SMA
Aborsi Ilegal di Klinik...
Aborsi Ilegal di Klinik Pandeglang, Sudah Lebih 100 Janin Digugurkan
Ditreskrimsus Polda...
Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Bongkar Praktik Aborsi Ilegal di Bekasi
Terkuak, Kuburan Janin...
Terkuak, Kuburan Janin Bayi yang Ditemukan Warga Bukan Korban Aborsi
Cegah Aborsi Ilegal,...
Cegah Aborsi Ilegal, Akademisi: Kesehatan Reproduksi Harus Diajarkan Sejak Dini
Berita Terkini
Abidin Fikri: Evaluasi...
Abidin Fikri: Evaluasi Haji 2026, Bekal Perbaikan Layanan Tahun Depan
2 menit yang lalu
Workshop di Makassar,...
Workshop di Makassar, Tri Tito Karnavian Ingatkan Orang Tua Wajib Hadir dalam Aktivitas Digital Anak
9 menit yang lalu
Jelang Musda Partai...
Jelang Musda Partai Demokrat Aceh, Nurdiansyah Alasta Dapat Dukungan dari Mualem
29 menit yang lalu
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Hakim Jadwalkan Putusan Praperadilan ke-2 Roy Suryo pada 20 Juli 2026
1 jam yang lalu
Partai Perindo Hadirkan...
Partai Perindo Hadirkan Sembako Murah melalui Program Warung Kita
1 jam yang lalu
Brimob Bersenjata Jaga...
Brimob Bersenjata Jaga Ketat Gedung Promoter Polda Metro Jaya Jelang Konferensi Pers Tiga Kasus Korupsi
1 jam yang lalu
Infografis
Polisi Israel Gunakan...
Polisi Israel Gunakan Kekerasan Bubarkan Protes Yahudi Ortodoks
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved