Kekerasan terhadap anak bisa berdampak sistemik

Selasa, 10 Desember 2013 - 18:57 WIB
Kekerasan terhadap anak...
Kekerasan terhadap anak bisa berdampak sistemik
A A A
Sindonews.com - Kekerasan yang diterima anak dan perempuan ternyata bisa berdampak pada perkembangan perilaku anak. Tak sedikit anak yang menjadi korban kekerasan akan menjadi pemurung. Sedangkan kekerasan yang diterima ibunya dari sang ayah, juga bakal mempengaruhi rasa percaya diri si anak.

Aktivis perempuan Eva Yuliani mengatakan, kekerasan terhadap perempuan akan berdampak luas pada hambatan kemajuan di banyak bidang.

Kekerasan terhadap perempuan juga berimbas kepada anak-anak yang menjadi saksi kekerasan terhadap ibunya yang akhirnya berujung pada gangguan perkembangan dan emosional pribadi anak.

Anak-anak akan kehilangan rasa percaya pada orang tua dan terlebih-lebih akan selalu merasa bersalah karena orangtua tidak akur.

"Rasa bersalah ini kemudian akan berkembang ke rasa marah pada orangtua, diri sendiri dan orang lain," kata Eva yang menjadi Pembina Ikatan Pelajar Putri NU Jawa Tengah itu, Selasa (10/12/2013).

Persoalan kenakalan anak yang dibesarkan di lingkungan kekerasan tidak dapat dipisahkan dari penyebab pertama yaitu kekerasan domestik. Persoalan ini tidak dapat dipisahkan dari persoalan sang Ibu sendiri.

"Ibu yang tertekan menurut beberapa penelitian cenderung mengajari anaknya dengan perlakuan kasar seperti yang ia terima dari suaminya," ujar Eva.

Untuk itulah peringatan 16 hari kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi momentum penting bagi keberlanjutan bangsa ini. Mengingat dari Rahim perempuanlah lahir para calon pemimpin bangsa.

Namun, menurut data Komnas Perlindungan Anak sepanjang Januari–Oktober 2013 Komnas PA mencatat 2.793 kasus kekerasan terhadap anak dimana 52 persen diantaranya ialah korban dari kejahatan seksual.

"Angka ini meningkat dari periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar 1.388 kasus," ungkapnya.

Untuk itu Eva dan Gerakan Wanita Solo mengapresiasi seluruh elemen masyarakat yang mau bekerjasama untuk mengatasi bahaya laten bangsa ini. Dia berharap, kegiatan peringatan ini bisa menjadi alarm bersama kita semua bahwa kekerasan masih mengincar perempuan.

"Mari bersama-sama bergandengan tangan untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi tumbuh kembang dan gerak anak serta perempuan Indonesia," pungkasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Perlu Kolaborasi Semua...
Perlu Kolaborasi Semua Pihak untuk Cegah Kekerasan pada Anak
Sepanjang 2021, Korban...
Sepanjang 2021, Korban Kekerasan Seksual Terhadap Anak Capai 302 Kasus
Kebebasan Anak Perempuan...
Kebebasan Anak Perempuan dari Kekerasan Masih Perlu Diperjuangkan
Kasus Kekerasan Perempuan...
Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kabupaten Sinjai Menurun
Tekan Angka Kekerasan...
Tekan Angka Kekerasan Anak, KPAI Sumsel Gagas Videotron di LRT
Kekerasan Anak Masih...
Kekerasan Anak Masih Terjadi Selama Pandemi, Butuh Layanan Integrasi
Berita Terkini
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
2 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
3 jam yang lalu
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
4 jam yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
4 jam yang lalu
Puluhan Profesor dan...
Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
7 jam yang lalu
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
7 jam yang lalu
Infografis
Pendidikan Sugiono,...
Pendidikan Sugiono, Anak Ideologis Prabowo yang Jadi Sekjen Gerindra
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved