Psikolog: Rumah panas & ekonomi bisa picu emosi
Rabu, 04 Desember 2013 - 10:12 WIB
Psikolog: Rumah panas & ekonomi bisa picu emosi
A
A
A
Sindonews.com - Psikolog dari Universitas Indonesia (UI) Adriana S Ginanjar mengatakan, kondisi rumah dan ekonomi keluarga bisa memicu seseorang bertindak agresif. Kata dia, lagipula belum tentu pelaku melakukan itu dengan sengaja.
Bisa saja, kata Adriana, saat itu pelaku dalam kondisi terhimpit karena emosi dan secara bersamaan anak pelaku rewel sehingga menambah emosi pelaku.
"Kondisi rumah yang panas juga menjadi pemicu emosi seseorang. Pelaku tentu sayang pada anaknya namun saat itu kebetulan dia tidak bisa mengontrol emosinya hingga anak menjadi korban," tukasnya saat berbincang dengan wartawan di Depok, Rabu (4/12/2013).
Dikatakan Adriana, kondisi rumah yang sempit bisa menjadi pemicu pertengkaran. Pasangan, yang kerap cekcok dan berada di rumah yang sempit maka dia tidak punya tempat lagi untuk menyendiri.
Berbeda dengan kelas ekonomi menengah yang bisa berlibur atau pergi ke luar untuk mencari suasana baru.
"Masalah ekonomi memang sering menjadi sumber pertengkaran. Kondisi rumah juga menjadi salah satunya. Rumah yang sempit jadi hawanya panas sehingga sering terjadi perselisihan. Kalau sudha begitu, tidak bisa kemana-mana," pungkasnya.
Baca berita terkait:
Psikolog: Stres yang terakumulasi
Diduga dibanting ayah, bayi 1,5 tahun tewas
Bisa saja, kata Adriana, saat itu pelaku dalam kondisi terhimpit karena emosi dan secara bersamaan anak pelaku rewel sehingga menambah emosi pelaku.
"Kondisi rumah yang panas juga menjadi pemicu emosi seseorang. Pelaku tentu sayang pada anaknya namun saat itu kebetulan dia tidak bisa mengontrol emosinya hingga anak menjadi korban," tukasnya saat berbincang dengan wartawan di Depok, Rabu (4/12/2013).
Dikatakan Adriana, kondisi rumah yang sempit bisa menjadi pemicu pertengkaran. Pasangan, yang kerap cekcok dan berada di rumah yang sempit maka dia tidak punya tempat lagi untuk menyendiri.
Berbeda dengan kelas ekonomi menengah yang bisa berlibur atau pergi ke luar untuk mencari suasana baru.
"Masalah ekonomi memang sering menjadi sumber pertengkaran. Kondisi rumah juga menjadi salah satunya. Rumah yang sempit jadi hawanya panas sehingga sering terjadi perselisihan. Kalau sudha begitu, tidak bisa kemana-mana," pungkasnya.
Baca berita terkait:
Psikolog: Stres yang terakumulasi
Diduga dibanting ayah, bayi 1,5 tahun tewas
(mhd)