Pamong Glagaharjo belum dapat ganti bengkok

Jum'at, 22 November 2013 - 02:01 WIB
Pamong Glagaharjo belum...
Pamong Glagaharjo belum dapat ganti bengkok
A A A
Sindonews.com - Pamong Desa Glagaharjo yang tanah bengkoknya digunakan untuk hunian tetap (huntap) korban erupsi Merapi 2010 lalu ternyata belum mendapatkan tanah pengganti.

Padahal bengkok tersebut menjadi salah satu penghasilan perangkat desa. Karena tidak ada bengkok, mereka hanya mengandalkan tunjangan yang diberikan setiap tiga bulan sekali.

Kepala Desa Glagaharjo Suroto mengatakan, bengkok yang dipakai untuk huntap seluas 6 hektare. Bengkok itu berada di tiga lokasi, yaitu di Banjarsari, Glagah Malang dan Gading.

Oleh pemerintah bengkok tersebut diganti Rp6 miliar. Rencananya uang itu untuk membeli tanah sebagai penganti bengkok.

“Namun selama belum mendapatkan tanah penganti uang tersebut disimpan di Bank Sleman dan baru akan dicairkan ketika untuk membayar tanah penganti,” kata Suroto, Kamis (21/11/2013).

Namun yang menjadi permasalahan bukan ada tidaknya uang tersebut, melainkan selama belum mendapatkan tanah penganti, aparat desa yang bengkoknya digunakan untuk huntap tidak lagi mengolah bengkok.

Padahal selama ini bengkok tersebut menjadi penghasilan pokok mereka. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan, hanya mengandalkan tunjangan yang diberikan setiap tiga bulan sekali.

“Selain diberikan setiap tiga bulan, tunjangan yang kami terima juga kecil, masih di bawah UMK. Sehingga dengan kondisi ini jelas tidak mampu mencukupi kebutuhan,” paparnya.

Untuk itu, mereka meminta kepada pemkab setempat, bunga uang penganti bengkok yang sekarang disimpan di Bank Sleman diberikan kepada pamong desa, terutama yang bengkoknya dipakai untuk huntap.

Sekretaris Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman Agralno menambahkan yang menjadi kendala lainnya untuk tanah penganti tanah bengkok tersebut, yaitu kesulitan mencari tanah.

Sebab warga rata-rata tidak mau menjual tanahnya. Selain itu, untuk tanah penganti nantinya luasnya tidak sama seperti luas bengkok dulu. Sebab untuk penganti tanah yang dipakai ukuran bukan luasnya bengkok, melainkan nilai uang Rp6 miliar tersebut.

“Jadi nantinya untuk luasan bengkok dipastikan akan lebih kecil jika dibandingkan dengan bengkok lama,” paparnya.

Agralno mengatakan dalam mencari tanah penganti tersebut, sekarang baru mendapatkan delapan sertifikat dengan luasan kurang lebih 2 haktare. Setelah mendapatkan tanah ini, segera akan melaporkan ke badan pengendalian pertanahan daerah (BPPD) Sleman. Sehingga segera dapat diproses.
(lns)
Berita Terkait
Takut Wedus Gembel,...
Takut Wedus Gembel, Ratusan Warga Kemalang Klaten Mengungsi
Merapi Masuk Fase Erupsi,...
Merapi Masuk Fase Erupsi, Ganjar Minta BPBD Memastikan Kondisi Pengungsi
Selain Lava Pijar, Pagi...
Selain Lava Pijar, Pagi Ini Merapi Luncurkan Awan Panas
Pagi Ini Merapi Keluarkan...
Pagi Ini Merapi Keluarkan Dua Kali Suara Gemuruh
Selama 6 Jam Terjadi...
Selama 6 Jam Terjadi 9 kali, Intensitas Guguran Lava Pijar Merapi Terus Meningkat
BPPTKG Prediksi Erupsi...
BPPTKG Prediksi Erupsi Merapi Menuju Selatan dan Tenggara
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
3 jam yang lalu
Raih Penghargaan MURI,...
Raih Penghargaan MURI, BPJPH Diapresiasi Berbagai Pihak
3 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
3 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
3 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
3 jam yang lalu
Infografis
15 Kolonel Pecah Bintang...
15 Kolonel Pecah Bintang Jadi Brigjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved