Peternak keluhkan abu vulkanik Merapi

Senin, 18 November 2013 - 16:19 WIB
Peternak keluhkan abu...
Peternak keluhkan abu vulkanik Merapi
A A A
Sindonews.com - Pasca erupsi Gunung Merapi dinihari tadi sekira pukul 04.30 Wib, sejumlah daerah yang berada di radius 50 kilometer (km) dari puncak gunung teraktif di dunia tersebut terkena hujan abu vulkanik. Meski tidak mengganggu aktivitas masyarakat, namun abu vulkanik tersebut mengotori udara dan mencemari pakan ternak.

Seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang. Abu vulkanik hasil erupsi Merapi yang berterbangan di udara menempel pada rumput pakan hewan ternak seperti sapi dan kambing.

Akibatnya, para pemilik hewan ternak harus bekerja ekstra untuk membersihkan rumput dari debu vulkanik sebelum diberikan kepada hewan ternaknya. Sebab jika debu vulkanik termakan hewan ternak bisa menimbulkan penyakit.

"Abu vulkanik Merapi, jika masuk ke dalam perut hewan bisa menimbulkan penyakit yang bisa menyebabkan kematian. Oleh karena itu, rumput yang terkena abu sebelum diberikan ke hewan ternak harus dibersihkan dulu. Ini cukup menguras tenaga," kata salah seorang peternak sapi di Kaliwungu, Wirorejo (55), Senin (18/11/2013).

Menurut dia, hujan abu vulkanik hasil erupsi Gunung Merapi mulai mengguyur desa sekira pukul 06.00 Wib dan mulai reda sekira pukul 08.00 Wib. Namun hujan abu tidak begitu tebal sehinga tak mengganggu aktivitas masyarakat.

"Semuanya terkena abu. Kami jadi repot," ujarnya.

Warga lain, Sudiro (57), menuturkan, meski tidak mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat, namun hujan abu vulkanik hasil erupsi Gunung Merapi sempat membuat resah para peternak di Kaliwungu. Sebab selain menyusahkan peternak, abu tersebut membahayakan kesehatan ternak.

"Abu vulkanik bentuknya seperti kristal, jika masuk perut hewan bisa merusak pencernaakan. Jadi sebelum memberi makan hewan, kami harus membersihkan rumput dulu," ucapnya.
(rsa)
Berita Terkait
Takut Wedus Gembel,...
Takut Wedus Gembel, Ratusan Warga Kemalang Klaten Mengungsi
Merapi Masuk Fase Erupsi,...
Merapi Masuk Fase Erupsi, Ganjar Minta BPBD Memastikan Kondisi Pengungsi
Selain Lava Pijar, Pagi...
Selain Lava Pijar, Pagi Ini Merapi Luncurkan Awan Panas
Pagi Ini Merapi Keluarkan...
Pagi Ini Merapi Keluarkan Dua Kali Suara Gemuruh
Selama 6 Jam Terjadi...
Selama 6 Jam Terjadi 9 kali, Intensitas Guguran Lava Pijar Merapi Terus Meningkat
BPPTKG Prediksi Erupsi...
BPPTKG Prediksi Erupsi Merapi Menuju Selatan dan Tenggara
Berita Terkini
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
4 jam yang lalu
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
5 jam yang lalu
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
7 jam yang lalu
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
8 jam yang lalu
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
9 jam yang lalu
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
9 jam yang lalu
Infografis
Serigala Abu-abu Akan...
Serigala Abu-abu Akan Dihapus dari Daftar Spesies Terancam Punah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved