Warga sulap kotoran ternak jadi energi biogas

Selasa, 12 November 2013 - 00:35 WIB
Warga sulap kotoran...
Warga sulap kotoran ternak jadi energi biogas
A A A
Sindonews.com - Warga Dusun Balocci, Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, membuat inovasi baru dengan "menyulap" kotoran sapi menjadi biogas yang bermanfaat. Energi alternatif ini, sangat membantu warga dalam memasak, tanpa harus membeli gas LPG.

Bahkan, inovasi warga ini mendapat dukungan dari Pemerintahan Belanda. Biogas ini dapat difungsikan sebagai bahan bakar minyak berupa gas. Sekitar 16 rumah tangga di dusun itu memasak menggunakan biogas yang terbuat dari kotoran sapi sebagai energi alternatif.

Pembuatan energi alternatif ini dipelopori oleh Yayasan Biogas Rumah (Biru). Melalui yayasan ini, Pemerintah Belanda membantu warga mengubah kotoran sapi menjadi biogas yang dipakai untuk memasak.

Koordinator Biru Untuk Sulsel Sitti Farida mengatakan, daerah pedesaan di Sulsel sangat sulit untuk terjangkau akses LPG. Padahal untuk memasak, sangat dibutuhkan bahan bakar yang hemat energi. Sementara untuk minyak tanah, pasti harganya sangat mahal.

Inilah yang menjadi pertimbangan Biru melakukan pembinaan menggunakan kotoran sapi menjadi energi alternatif. Menurutnya, mengkonversi kotoran ternak menjadi biogas mengandung manfaat dari sisi lingkungan hidup, dan biaya bagi para petani.

"Ini adalah sumber daya yang benar-benar tak terbatas, dan reaktor untuk biogas adalah konsep yang amat sederhana. Bayangkan saja, kotoran sapi bisa digunakan untuk menjadi energi alternatif, dan membantu ibu rumah tangga untuk memasak," ujarnya, kepada wartawan, Senin (11/11/2013).

Dia berharap, teknologi macam ini bisa diterapkan di daerah-daerah pedesaan lain. Untuk Sulsel sendiri, setidaknya ada 8 kabupaten lain yang telah menerapkan biogas. Yakni, Enrekang, Bone, Sinjai, Bulkumba, Takalar, Gowa, Wajo, Maros, Toraja, dan Jeneponto.

Penggunaan limbah hewan ini tergantung daerah masing-masing. "Seperti Toraja, warga di sana diajarkan mengelola kotoran babi menjadi biogas. Sementara di Jeneponto, kotoran kuda disulap menjadi biogas. Kebetulan di Maros ternak sapi lebih mendominasi, makanya dikembangkan kotoran sapi menjadi biogas," jelasnya.

Dia berharap, setelah pengembangan ini, nantinya di Tompobulu bisa menjadi pusat penghasil biogas terbaik di Sulsel. Pasalnya selama lima bulan pembinaan, telah tercatat 16 rumah tangga yang memilih biogas menjadi energi alternatif.

Sementara itu, Program Manager Indonesia Domestic Biogas Program Robert De Groot mengaku, program ini telah dilakukan di Indonesia sejak 2009. Untuk wilayah Indonesia, sudah sembilan provinsi. Hanya saja untuk Sulsel, baru dilakukan dua tahun lalu. "Untuk di Sulsel kami menargetkan 100 unit," terangnya.

Menurutnya, sebanyak 50 kilogram kotoran bisa diproduksi oleh dua atau tiga sapi. Kotoran sebanyak 50 kilogram tersebut pada gilirannya dapat dijadikan biogas yang dapat digunakan untuk memasak selama delapan jam sehari.

Terpisah, salah satu ibu rumah tangga yang menggunakan biogas, Hasmiati mengaku dirinya telah lama menggunakan energi alternatif. Dia mengaku, meski terbuat dari kotoran sapi, namun energi alternatif tersebut sama sekali tidak mempengaruhi aroma masakan.

Malahan, mereka sangat diuntungkan karena menggunakan energi alternatif. Selain mampu berhemat, nyala api dari hasil biogas tersebut juga jauh lebih biru.
(san)
Berita Terkait
Manfaatkan Energi Matahari,...
Manfaatkan Energi Matahari, Pulau Medang Dialiri Jaringan Listrik
Tingkatkan Wawasan Energi...
Tingkatkan Wawasan Energi Terbarukan, FBCC Digelar
Gerakan Energi Terbarukan...
Gerakan Energi Terbarukan di Jateng Harus Jadi Percontohan Nasional
2 Fasiltas Listrik Otomatis...
2 Fasiltas Listrik Otomatis Schneider Indonesia Dikunjungi Gwenaelle
Ganjar Dorong Perkantoran...
Ganjar Dorong Perkantoran di Jateng Gunakan Energi Alternatif
SBI Manfaatkan RDF Jadi...
SBI Manfaatkan RDF Jadi Energi Alternatif Pengganti Batu Bara
Berita Terkini
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
52 menit yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
2 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
2 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
3 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
4 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
4 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved