Oknum DPRD Blitar campuri proses pilkades serentak

Selasa, 29 Oktober 2013 - 01:28 WIB
Oknum DPRD Blitar campuri...
Oknum DPRD Blitar campuri proses pilkades serentak
A A A
Sindonews.com - Anggota DPRD Kabupaten Blitar Yuhana dituding telah melakukan serangkaian intimidasi kepada salah seorang calon Kepala Desa Wonodadi, Kabupaten Blitar.

Selain nyaris memukuli kandidat kades yang menolak menandatangani berkas (BAP) penghitungan suara, anggota Fraksi PDI Perjuangan itu juga mengerahkan ratusan preman untuk mengambil alih kepanitiaan pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Wonodadi.

"Karena tidak tahan dengan intimidasi dan tekanan, saya akhirnya bersedia bertanda tangan," tutur Samsoib salah seorang calon kades kepada wartawan, kemarin.

Seperti diketahui, istri Yuhana, yakni Ratih Komalasari merupakan salah satu dari tiga orang kandidat Kades Wonodadi dalam pelaksanaan pilkades serentak Minggu (27/10) kemarin.

Dalam penghitungan suara yang berlangsung hingga pukul 20.30 WIB, Ratih unggul 3.032 suara. Sementara calon kades Samsoib meraih 436 suara dan calon kades Imam Faturahman mendapat dukungan 828 suara.

Suasana meletup panas ketika Samsoib dan Imam Faturahman menolak menandatangani berkas hasil penghitungan suara.

"Sebab kami melihat proses pilkades sudah menyalahi ketentuan yang berlaku," jelas Samsoib

Dalam proses pemilihan yang dibuka mulai pukul 07.00 wib itu, tambah Imam Faturahman, Yuhana menyiagakan ratusan preman berseragam.

Tidak hanya mengantar jemput pemilih, para preman bayaran tersebut juga terang-terangan mengarahkan warga untuk mencoblos calon kades terpilih.

Bagi warga yang terlihat tidak merespon, langsung diteror dengan teriakan cibir dan cacian.

"Setiap warga yang hendak mencoblos langsung disambut, diberi segelas air mineral didampingi hingga menuju bilik suara. Ini jelas tidak fair dan menyalahi ketentuan," terang Imam.

Protes langsung dilancarkan ke Ketua Panitia Samsul Arif. Namun oleh yang bersangkutan tidak dihiraukan.

Begitu juga saat Yuhana menggunakan fasilitas DPRD untuk memobilisasi massa, ketua panitia pilkades juga tidak berdaya.

"Kami mencurigai, semua telah dikondisikan," keluhnya.

Seperti diketahui untuk menjadi kandidat kades di Desa Wonodadi, setiap kandidat dipungut biaya Rp34, 86 juta ditambah ongkos pendaftaran Rp2 juta.

Ketentuan itu berlaku untuk seluruh desa (153 Desa) yang menyelenggarakan pilkades serentak.

Oleh Imam, pungutan tersebut, kini juga disoal. Sebab, sesuai Peraturan Bupati (Perbup) dan Perda soal pilkades serentak, dana pilkades berasal dari APBD, APBDes, atau pihak ketiga yang tidak mengikat.

"Kita dalam waktu dekat akan melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri setempat. Tuntutan kami adalah pilkades diulang," tegasnya.

Mengenai prilaku arogan Yuhana, termasuk penggunaan fasilitas legislatif untuk kegiatan pilkades, Imam akan melaporkan hal itu ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Blitar.

"Kami berharap legislatif juga bisa bersikap adil dan tegas terhadap anggotanya yang berprilaku tidak benar, "pungkasnya.

Sementara menanggapi sengketa pilkades, Kabag Tata Pemerintahan Kabupaten Blitar Suhendro Winarso mengatakan para pihak yang tidak puas bisa mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri.

Adapun batas waktu pendaftaran gugatan adalah tujuh hari setelah pemungutan suara. "Proses hukum di PN akan berjalan selama 14 hari. Dan dalam hal ini tidak ada banding," ujarnya singkat.

Sementara itu anggota DPRD Kabupaten Blitar Yuhana belum bisa dikonfirmasi.
(lns)
Berita Terkait
Pemilihan Kepala Desa...
Pemilihan Kepala Desa Serentak di Banda Aceh
Pengamat: Ada Oligarki...
Pengamat: Ada Oligarki di Balik Desakan Perpanjangan Masa Jabatan Kades
Pilkades Serentak Segera...
Pilkades Serentak Segera Digelar di Purwakarta, Panitia Dilarang Kutip Iuran
Junimart PDIP Sebut...
Junimart PDIP Sebut Perpanjangan Masa Jabatan Kades Tak Jamin Bisa Redam Konflik
43 Desa di Seruyan Segera...
43 Desa di Seruyan Segera Laksanakan Pilkades Serentak
Banyak Guru di Seruyan...
Banyak Guru di Seruyan Diangkat Menjadi Pjs Kades, Bisa Jadi Masalah Baru
Berita Terkini
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
58 menit yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
2 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
3 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
3 jam yang lalu
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
5 jam yang lalu
HUT ke-27 PNM, Ribuan...
HUT ke-27 PNM, Ribuan Buku Hadirkan Semangat Literasi bagi Anak-anak Pelosok
13 jam yang lalu
Infografis
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved