Polisi tetapkan penyalur PRT di Tangerang jadi tersangka

Minggu, 20 Oktober 2013 - 17:26 WIB
Polisi tetapkan penyalur...
Polisi tetapkan penyalur PRT di Tangerang jadi tersangka
A A A
Sindonews.com - Polresta Tangerang telah menetapkan Edi Wibowo (EW), pemilik perusahaan penyalur pembantu rumah tangga (PRT) PT Citra Kartini Mandiri sebagai tersangka. EW ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyekapan dan mempekerjakan calon PRT dibawah umur.

Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Siswo Yuwono mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 88 orang PRT dan gelar perkara pada kasus ini, maka pihaknya menetapkan EW sebagai tersangka dan akan dilakukan penahanan.

"Dari hasil pemeriksaan ditemukan bukti bahwa EW menyalurkan pembantu yang masih berusia dibawah umur dan melarang mereka pulang selama di dalam yayasan," katanya, Minggu (20/10).

Terkait pengungkapan kasus ini, dijelaskan Siswo berawal dari adanya pengembangan dari Polres Jakarta Selatan yang menggerebek tempat penyalur PRT yang melakukan penyekapan terhadap calon pekerjanya di daerah Pesanggrahan.

"Lalu didapatkan informasi bahwa ada tempat yang serupa di Jalan Kucica JF 18/17 Sektor IX Bintaro. Atas informasi tersebut petugas Polres Tangerang langsung melakukan penggerebekan," ujar Siswo.

Sementara para calon pembantu yang menjadi korban penyekapan masih berada di Polresta Tangerang. Rencananya, kata dia, meraka akan di kirim ke Dinas Sosial setempat agar bisa segera dipulangkan.

Para calon PRT yang ditampung di Yayasan Citra Mandiri Kartini di Jalan Kucica JF 18/17 Sektor IX Bintaro, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan itu mengaku diperlakukan tidak layak dan mendapat penganiayaan.

Seperti yang dialami Iis (17), warga Majalengka, Jawa Barat. Dia bersama puluhan calon PRT tidur berdesak-desakan di satu ruangan dengan alas seadanya. Selain itu mereka kerap diberi makanan yang sudah basi.

"Kita tidur ngejejer, seperti ikan asin. Ada yang di lantai ada yang di teras luar ruangan. Pakai alas sarung atau handuk. Makan dikasih nasi bungkus tiga kali sehari, tapi nasinya suka basi," ujarnya di Mapolresta Tangerang.

Dia mengaku, sudah dua bulan di penampungan. Sebelumnya dia pernah disalurkan kerja sebagai PRT selama lima bulan. Namun, gajinya sebesar Rp2,3 juta harus disalurkan ke yayasan.

"Saya cuma pegang uang lemburan Rp200 ribu per bulan. Gimana mau kirim uang ke kampung," katanya.

Puji Rusmiasih (17), warga asal Wonosobo juga mengaku kerap mendapat perlakuan kasar ketika diberikan pelatihan oleh pihak yayasan.

"Kalau lagi praktik mengurus bayi salah, suka dibentak-bentak atau dihukum berdiri dua jam. Ada juga yang di ludahi dan ditampar, orangnya langsung kabur," katanya.

Sebelumnya dia ditawari kerja oleh sponsor. Dia dijanjikan mendapat kerja setelah mengikuti pelatihan di yayasan selama 45 hari.

"Saya sudah tiga bulan di sana, tapi tidak disalurkan juga. Mau pulang juga tidak bisa, karena harus bayar biaya pendidikan dan makan selama di sana. Untuk baby sitter Rp6 juta, Nanny siter Rp4 juta, pembantu Rp2,5 juta," ujanya.

Puji mengaku, sudah tidak betah dan ingin pulang bertemu keluarganya. "Saya pengen cepet-cepet pulang, mas. Tidak kuat tinggal di tempat tidak layak seperti itu," pungkasnya.

Baca berita terkait:
PRT dikasih nasi basi dan diludahi
Pemilik penyalur PRT dijerat UU Perlindungan Anak
(mhd)
Berita Terkait
Begini Fakta Baru Kasus...
Begini Fakta Baru Kasus Penyekapan Pengusaha Depok
Kasus Penyekapan-Penganiayaan...
Kasus Penyekapan-Penganiayaan Polisi, 3 Tersangka Simpatisan KAMI
Nindy Ayunda Kirim Utusan...
Nindy Ayunda Kirim Utusan ke Korban Kasus Dugaan Penyekapan, Minta Laporan Dicabut?
ART Polisikan Desiree...
ART Polisikan Desiree Tarigan dan Bams Kasus Dugaan Penyekapan
Kronologi Gadis SMP...
Kronologi Gadis SMP Disekap dan Dijadikan Budak Seks hingga Sekarat
Fahmi Bachmid soal Nindy...
Fahmi Bachmid soal Nindy Ayunda Selalu Dikawal saat Berpergian: Merasa Terancam?
Berita Terkini
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
21 menit yang lalu
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
2 jam yang lalu
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
8 jam yang lalu
Berbekal PROPER Hijau,...
Berbekal PROPER Hijau, Langkah Nyata Transformasi Ekologis Diperkuat di Sulawesi Tenggara
9 jam yang lalu
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
10 jam yang lalu
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
11 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved