PKMS tetap prioritas Pemkot Solo

Minggu, 06 Oktober 2013 - 13:23 WIB
PKMS tetap prioritas...
PKMS tetap prioritas Pemkot Solo
A A A
Sindonews.com - Program pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS) yang digalakkan Pemkot Solo, Jawa Tengah, tak bergeming meski program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diberlakukan mulai tahun depan. Pemkot Solo tetap mengalokasikan APBD untuk jaminan kesehatan keluarga miskin yang tak ter-cover program pusat.

Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Solo Siti Wahyuningsih memastikan dua program jaminan kesehatan tersebut tidak akan saling tumpang tindih. Sistem JKN menyasar jaminan kesehatan yang dikelola PT Askes bagi kalangan pegawai negeri sipil (PNS), anggota TNI/Polri, peserta Jamkesmas dan peserta asuransi kesehatan lainnya.

Adapun sasaran PKMS adalah penduduk Solo di luar jaminan kesehatan tersebut alias bukan sasaran JKN. Dikatakan dia, belum siapnya Kota Solo ikut program JKN disebabkan aspek tanggung jawab kepada penduduknya.

“Sesuai amanat UU, program JKN mutlak diberlakukan di Indonesia. Tetapi, Solo sudah memutuskan akan mengikuti program itu pada 2019 nanti. Soalnya kalau PKMS dihapus sekarang, maka warga miskin yang tak punya asuransi akan kehilangan jaminan kesehatan. Itu karena JKN hanya mengkaver peserta Jamkesmas,” ungkap Wahyuningsih, Minggu (06/10/2013).

Pemkot membuka kesempatan keikutsertaan warga Solo di luar asuransi reguler, untuk bergabung jadi peserta PKMS. Jumlah peserta PKMS saat ini mencapai 24.068 jiwa untuk jenis gold dan 230.647 keluarga untuk jenis silver.

Berdasarkan perhitungan DKK, pengelolaan program jaminan kesehatan daerah terhitung lebih menguntungkan di bidang keuangan. Untuk PKMS, APBD menanggung premi senilai Rp7.200 per jiwa per bulan. Sementara jika dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), maka pemerintah daerah dikenai premi Rp19.225 per jiwa per bulan.

“Kita harus siap sedikitnya Rp63 miliar per tahun jika jaminan kesehatan warga Solo dikelola BPJS. Tidak ada pengembalian sisa. Sedangkan, PKMS pada tahun lalu masih bersisa Rp11 miliar yang bisa dianggarkan lagi di tahun berikutnya dari total alokasi Rp21 miliar pada 2012 untuk program PKMS bersumber APBD,” lanjutnya.
(kur)
Berita Terkait
Gaya Wali Kota Solo...
Gaya Wali Kota Solo Pakai Masker Bergambar Kumis Tebal Jadi Viral
Wali Kota Solo Sambut...
Wali Kota Solo Sambut Perpres Terkait PPPK
Wali Kota Solo Usul...
Wali Kota Solo Usul Tahun Ajaran Baru Dimulai Januari 2021
Wali Kota Solo Resmi...
Wali Kota Solo Resmi Larang Anak Diajak ke Mal saat Pandemi COVID-19
Waspadai Ancaman Resesi,...
Waspadai Ancaman Resesi, Pemkot Solo Prioritaskan UMKM
Pemkot Solo Gelar Apel...
Pemkot Solo Gelar Apel Siaga Bencana
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
30 menit yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
44 menit yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
54 menit yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
1 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
1 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Tetap Pakai...
10 Negara Tetap Pakai Iron Dome Meski Dinilai Kurang Efektif
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved