Demo, ratusan petani Blitar bentrok dengan polisi

Selasa, 24 September 2013 - 13:13 WIB
Demo, ratusan petani...
Demo, ratusan petani Blitar bentrok dengan polisi
A A A
Sindonews.com - Unjuk rasa ratusan petani menuntut pencabutan SK Menteri Kehutanan (Menhut) No 367 tahun 2013 di Kantor DPRD Kabupaten Blitar Selasa (24/9/2013) berlangsung ricuh.

Sejumlah aktivis petani yang tergabung dalam Paguyuban Petani Aryo Blitar (PPAB) terlibat bentrok fisik dengan aparat kepolisian setempat.

Selain memaki dan melakukan represi, aparat kepolisian juga menghentikan paksa para aktivis yang tengah berorasi.

"Bangsat kalian. Berhenti berteriak-teriak, "seru sejumlah anggota polisi sambil menunjuk aktivis Mahatir Muhammad yang tengah berorasi.

Kericuhan dipicu ditutupnya pintu gedung DPRD Kabupaten Blitar dan melarang pengunjuk rasa untuk masuk ke gedung dewan. Aksi dorong tak terelakan. Karena kalah kuat, korlap aksi menyerukan kepada seluruh pengunjuk rasa untuk memblokade jalan.

Seluruh petani pun langsung tumpah ruah ke tengah jalan A Yani Kota Blitar. Beberapa petani sengaja merebahkan diri ke tengah jalan. Melihat aksi blokade jalan aparat polisi pun terlihat panik. Mereka langsung menyerbu dan membubarkan massa.

Tidak hanya itu, aktivis petani Jaka Wandira yang terus berteriak agar massa terus melawan langsung dikerubuti dan dipaksa bungkam oleh polisi.

"Ini rumah rakyat. Kami berhak untuk masuk dan jangan dijaga seperti anjing," teriak Jaka melawan.

Tidak terima rekannya dikepung aparat kepolisian, ratusan pendemo lainya langsung merangsek maju membela.

Beruntung suasana panas tersebut bisa diredam. Itu setelah aparat kepolisian memutuskan membolehkan perwakilan massa masuk ke gedung dewan.

Seperti diketahui, sebelum menyerbu gedung DPRD massa juga berunjuk rasa di kantor Pemkab Blitar. Bersamaan dengan peringatan Hari Tani ratusan massa petani Kabupaten Blitar menuntut dicabutnya SK Menteri Kehutanan No 367 Tahun 2013.

Sebab SK yang mengubah 70 hektar tanah eks perkebunan Gondang Tapen Desa Ringinrejo, Kecamatan Wates menjadi kawasan hutan telah melenyapkan 880 KK petani yang menjadi pemohon redistribusi tanah di sana.
(rsa)
Berita Terkait
Pengembangan Korporasi...
Pengembangan Korporasi Kedelai di Grobogan Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Nilai Petani Turun 1,73%,...
Nilai Petani Turun 1,73%, SPI Minta Pemerintah Perluas Subsidi
Mulai Sekarang, Jangan...
Mulai Sekarang, Jangan Coba-Coba dengan Pupuk Bersubsidi
Pendapatan Petani di...
Pendapatan Petani di Jepang dengan Petani di Indonesia, Antara Bumi dan Langit
Gelar Pengabdian Masyarakat,...
Gelar Pengabdian Masyarakat, UAI Berhasil Tingkatkan Produktivitas Petani Cibereum
Sektor Pangan Jadi Andalan...
Sektor Pangan Jadi Andalan Menjaga Stabilitas Ekonomi Sosial
Berita Terkini
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
7 jam yang lalu
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
7 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
8 jam yang lalu
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
9 jam yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
9 jam yang lalu
Puluhan Profesor dan...
Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved