Bocah 8 tahun tewas tertimpa tembok

Sabtu, 21 September 2013 - 03:01 WIB
Bocah 8 tahun tewas...
Bocah 8 tahun tewas tertimpa tembok
A A A
Sindonews.com - Seorang Bocah berusia 8 tahun meninggal seketika setelah tertimpa sebuah tembok setinggi 1,5 meter yang berdiri di halaman rumahnya di Desa Krajan 1, kelurahan Adiarsa, Kabupaten Karawang Barat.

Fadli (8) siswa kelas 4 SD tersebut harus meregang nyawa setelah sebuah tembok bekas bangunan rumah roboh saat dia sedang bermain.

Saksi Dadan (47), yang merupakan tetangga korban mengatakan, kejadiannya setelah Magrib, saat itu di perkirakan pukul 18.30 WIB.

Dirinya yang tengah bersantai sehabis pulang kerja di depan halaman rumah korban, melihat Fadli (Korban) tengah bermain bersama temannya.

Ketika terdengar azan maghrib, Dadan membubarkan anak-anak yang bermain dan menyuruh agar segera salat.

Namun korban malah duduk di sebelahnya dan terlihat melamun. Beberapa saat kemudian Fadli berlari kembali di sekitar rumahnya, ketika dirinya berhenti pas di tembok tua bekas rumah tersebut, tiba-tiba tembok tua rubuh dan menimpa Fadli.

"Lalu saya dengar suara rubuh, ketika saya liat, astagfirullah, Fadli tertimpa tembok," katanya, Jumat (20/9/2013)

Dadan lalu beranjak dari duduknya, dan berteriak meminta bantuan warga sekitar dan memungut puing batuan bekas tembok rubuh yang menimpa Fadli.

"Setelah berteriak, warga pun berdatangan dan membantu membersihkan puing-puing tembok yang menimpa Fadli,"

Sementara itu Arif (25)kerabat korban, saat kejadian berada tidak jauh dari TKP, saat mendengar suara reruntuhan dinding tembok yang runtuh, dia langsung mengejar ke sumber suara tersebut yang ternyata tembok rubuh dan menimpa Fadli.

Usaha evakuasi korban pun dilakukan. "Cukup sulit saat evakuasi karena tertimpa material bangunan yang cukup berat," ujarnya.

Dikatakan, saat itu dirinya melihat kondisi korban sudah berlumuran darah. Setelah berhasil di evakuasi, Arif dan sejumlah kerabat lainya membawa korban ke rumah sakit terdekat. Sesaat sampai di rumah sakit, korban telah meninggal.

"Korban meninggal, di RS. Itu diketahui dari detak nadi yang berhenti saat di periksa oleh tim medis RS tersebut," ujarnya.
(lns)
Berita Terkait
Cerita Haru Pembangunan...
Cerita Haru Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza
Ekspansi, Bundamedik...
Ekspansi, Bundamedik Targetkan Pembangunan 3 Rumah Sakit di 2022
Pembangunan Rumah Sakit...
Pembangunan Rumah Sakit Pratama Gowa Ditarget Rampung Tahun 2024
RS Mustika Medika Resmi...
RS Mustika Medika Resmi Berganti Nama Menjadi RS Nusantara
Dinkes Butuh Tim Teknis...
Dinkes Butuh Tim Teknis Kelola Proyek Fisik Pembangunan Rumah Sakit
Dukung Tingkatkan Kesadaran...
Dukung Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker, MRHP Luncurkan Pusat Kanker
Berita Terkini
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
2 menit yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
20 menit yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
37 menit yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
55 menit yang lalu
Tinjau SDN Babakan 01...
Tinjau SDN Babakan 01 Pascarevitalisasi, Wakil Wali Kota Tangsel Pastikan KBM Nyaman
1 jam yang lalu
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
2 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved