Satu keluarga tewas keracunan asap perapian

Selasa, 13 Agustus 2013 - 07:29 WIB
Satu keluarga tewas...
Satu keluarga tewas keracunan asap perapian
A A A
Sindonews.com - Nahas dialami sekeluarga yang akan berwisata menikmati pemandangan matahari terbit (sunrise) di Gunung Bromo. Pasangan suami - istri (pasutri) serta seorang anak balitanya tewas di dalam kamar homestay di Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Ketiga korban yakni Madali (45), Maseni (40) dan Ramadhan (4), ditemukan tewas dalam kondisi lemas. Diduga, korban keracunan karbon monoksida yang berasal dari tungku perapian arang.

Asap beracun ini terhirup korban di dalam kamar yang tertutup rapat. Mereka sengaja membawa tungku perapian untuk mengusir hawa dingin yang menusuk tubuh.

Sesaat setelah ditemukan keluarganya dalam kondisi lemas, ketiga korban sempat dievakuasi di Puskesmas Tosari. Namun nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

Keterangan yang dihimpun, sekeluarga asal Kelurahan Joglo, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, ini sedianya akan berlibur di Gunung Bromo melalui jalur Tosari. Mereka menyewa homestay milik warga Desa Ngadiwono. Untuk mengusir hawa dingin, mereka menyalakan tungku perapian yang berasal dari arang.

Sembari menunggu waktu matahari terbit, mereka tidur di dalam kamar. Nahasnya, tungku perapian tersebut juga dimasukkan ke dalam kamar yang tertutup rapat.

Keluarga baru mengetahui, saat korban dibangunkan untuk menuju puncak penanjakan menggunakan mobil jeep khusus wisatawan Gunung Bromo.

"Kami menginap di dua kamar yang berbeda. Kami memang menggunakan tungku perapian untuk mengusir hawa dingin. Kami tidak menyangka, rencana berlibur akan berakhir seperti ini," kata Amalia, 22, anak korban yang selamat, Senin (12/8/2013).

Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Supriyono mengungkapkan, pihaknya sudah meminta keterangan saksi-saksi. Dugaan sementara, penyebab kematian ketiga korban karena menghirup udara yang mengandung karbon monoksida dari pembakaran arang.

"Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi. Mereka menyadari bahwa musibah ini karena unsur kecelakaan," kata Kasat Reskrim, Supriyono.
(rsa)
Berita Terkait
SPPG Wajib Kantongi...
SPPG Wajib Kantongi Sertifikat Higienis Usai Kasus Keracunan MBG
Santap Nasi Kotak Saat...
Santap Nasi Kotak Saat Acara Tausiah, 90 Orang Masuk Rumah Sakit dan 1 Tewas
83 Warga Keracunan Usai...
83 Warga Keracunan Usai Hadiri Hajatan di Sukabumi
1 Tewas dan Belasan...
1 Tewas dan Belasan Lainnya Dirawat di Puskesmas Akibat Keracunan Makanan di Ciamis
Puluhan Warga Gunungkidul...
Puluhan Warga Gunungkidul Keracunan Makanan, 1 Meninggal Dunia
43 Santri di Gunung...
43 Santri di Gunung Putri Diduga Keracunan Nasi Kotak
Berita Terkini
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
1 jam yang lalu
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
4 jam yang lalu
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
4 jam yang lalu
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
5 jam yang lalu
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
7 jam yang lalu
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
8 jam yang lalu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved