Daripada memutar 20 km, warga lebih memilih jembatan ini
Kamis, 01 Agustus 2013 - 14:48 WIB
Daripada memutar 20 km, warga lebih memilih jembatan ini
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah kepala keluarga (KK) di Kelurahan Watervang, Kecamatan LubukLinggau Timur I, menolak penutupan akses jembatan gantung objek wisata Watervang yang nyaris putus.
Menurut mereka, penolakan tersebut lantaran jembatan tersebut merupakan satu-satunya jalan singkat untuk mempercepat menuju jalan protokol, Yos Sudarso, Kota Lubuklinggau.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Lubuk Linggau, Yana Pardiana, mengatakan sejumlah warga tidak menghendaki penutupan jembatan. Sehingga pihaknya belum memasang papan larangan bagi pengunjung ataupun warga yang akan melintasi jembatan gantung tersebut.
"Papan larangan itu awalnya hendak dipasang dan ditutup di jembatan. Tapi, warga menolak untuk ditutup. Sebab setiap hari warga melintas di situ. Namun, kami sudah berkoordinasi dengan Camat dan Lurah sebagai upaya antisipasi agar warga tidak melintas," tegas Yana, Kamis (1/8/2013).
Pihaknya juga tidak dapat berbuat banyak melarang warga untuk melintasi jembatan. Karena jembatan tersebut dinilai warga merupakan akses penghubung warga diseberangnya dengan pusat kota.
Sementara itu, Camat Lubuk Linggau Timur I, Defri Fauzul Azim, menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan warga Kelurahan Watervang yang berseberangan dengan jembatan agar untuk sementara tidak melintas. Hal itu juga ditujukan kepada para pengunjung, pihaknya mengaku sudah mengkoordinasikan dengan petugas jaga objek wisata Watervang.
Sikap kukuh warga yang berjumlah 20 kepala keluarga (KK) tersebut, lantaran jarak tempuh jika harus memutar jembatan tersebut berjarak 20 km. Maka itu banyak warga yang memilih nekat jembatan tersebut.
"Kami mengharapkan warga maupun pengunjung untuk sementara waktu tidak melintasi jembatan. Karena jembatan gantung itu tidak layak lagi dan berbahaya jika digunakan melintas," ungkap Defri.
Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII, Chairul Huda mengatakan, petugasnya sudah turun dan melakukan pengecekan serta pengukuran di jembatan yang rusak tersebut.
"Langkah awal dilakukan perbaikan dan penutupan sementara karena jembatan itu sudah tidak layak dan berbahaya jika digunakan untuk melintas," tegas Chairul Huda.
Dia menambahkan, usai Lebaran, jembatan gantung ini akan diperbaiki (rehab) dengan menggunakan baja ringan (galvanis). Sehingga dapat lama digunakan tidak seperti bahan kayu saat ini.
"Sekarang kita masih survei terkait jembatan gantung yang menggunakan bahan galvanis," pungkasnya.
Menurut mereka, penolakan tersebut lantaran jembatan tersebut merupakan satu-satunya jalan singkat untuk mempercepat menuju jalan protokol, Yos Sudarso, Kota Lubuklinggau.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Lubuk Linggau, Yana Pardiana, mengatakan sejumlah warga tidak menghendaki penutupan jembatan. Sehingga pihaknya belum memasang papan larangan bagi pengunjung ataupun warga yang akan melintasi jembatan gantung tersebut.
"Papan larangan itu awalnya hendak dipasang dan ditutup di jembatan. Tapi, warga menolak untuk ditutup. Sebab setiap hari warga melintas di situ. Namun, kami sudah berkoordinasi dengan Camat dan Lurah sebagai upaya antisipasi agar warga tidak melintas," tegas Yana, Kamis (1/8/2013).
Pihaknya juga tidak dapat berbuat banyak melarang warga untuk melintasi jembatan. Karena jembatan tersebut dinilai warga merupakan akses penghubung warga diseberangnya dengan pusat kota.
Sementara itu, Camat Lubuk Linggau Timur I, Defri Fauzul Azim, menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan warga Kelurahan Watervang yang berseberangan dengan jembatan agar untuk sementara tidak melintas. Hal itu juga ditujukan kepada para pengunjung, pihaknya mengaku sudah mengkoordinasikan dengan petugas jaga objek wisata Watervang.
Sikap kukuh warga yang berjumlah 20 kepala keluarga (KK) tersebut, lantaran jarak tempuh jika harus memutar jembatan tersebut berjarak 20 km. Maka itu banyak warga yang memilih nekat jembatan tersebut.
"Kami mengharapkan warga maupun pengunjung untuk sementara waktu tidak melintasi jembatan. Karena jembatan gantung itu tidak layak lagi dan berbahaya jika digunakan melintas," ungkap Defri.
Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII, Chairul Huda mengatakan, petugasnya sudah turun dan melakukan pengecekan serta pengukuran di jembatan yang rusak tersebut.
"Langkah awal dilakukan perbaikan dan penutupan sementara karena jembatan itu sudah tidak layak dan berbahaya jika digunakan untuk melintas," tegas Chairul Huda.
Dia menambahkan, usai Lebaran, jembatan gantung ini akan diperbaiki (rehab) dengan menggunakan baja ringan (galvanis). Sehingga dapat lama digunakan tidak seperti bahan kayu saat ini.
"Sekarang kita masih survei terkait jembatan gantung yang menggunakan bahan galvanis," pungkasnya.
(rsa)