Minta diprioritaskan, anggota DPRD nyaris pukul dokter
Sabtu, 27 Juli 2013 - 16:59 WIB
Minta diprioritaskan, anggota DPRD nyaris pukul dokter
A
A
A
Sindonews.com - Aksi semena-mena anggota dewan perwakilan rakyat daerah kembali terjadi. Kali ini terhadap seorang dokter dr Fauji Saut Sahata Nadea. Hanya karena telat melayani memberi formalin, dokter itu hampir dibogem anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) Theodorus Tahoni.
Saat anggota DPRD tersebut mendatangi ruang UGD untuk meminta diprioritaskan permintaannya, dr Fauji sedang menangani seorang pasien anak kecil umur satu tahun yang menderita sesak napas, dan butuh pertolongan segera.
"Theo Tahoni tidak mau bersabar. Sementara dr Fauji masih menangani pasien gawat darurat. Karena sudah menunggu tak sampai lima menit, Theo Tahoni lalu marah-marah," ungkap Robert Tjeunfin, Kepala Tata Usaha, RSUD TTU di Kefamenanu, Sabtu (27/07/2013).
Robert menambahkan, sikap yang dipertontonkan anggota dewan yang katanya terhormat itu, tidak sepatutnya ditunjukan pada dokter yang notabene adalah internship yang diperbantukan dari Kementrian Kesehatan Repoblik Indonesia untuk rumah sakit itu.
"Mereka sangat membantu, meskipun tidak dibiayai oleh pemda, mereka hanya dapat insentif dari kementerian. Apa jadinya kalau para dokter yang datang untuk membantu masyarakat secara gratis di sini, lalu anggota DPRD bersikap seperti itu," terang Robert kesal.
Sementara itu, dr Fauji Saut Sahata Nadea yang dihubungi mengakui, dirinya bekerja mendahulukan pasien yang kondisinya gawat sekali. Sementara permintaan formalin dari Bapak Theo Tahoni yang mengaku sebagai anggota DPRD tersebut, baru akan dipenuhi setelah dirinya melayani anak yang mengalami gangguan pernapasan itu.
"Dia tidak mau bersabar dan meminta saya segera penuhi permintaan dia, karena terlambat itu, maka bapak itu marah dan memaki. Bahkan ancam mau pukul saya sambil memberitahu kalau dirinya anggota DPRD," tukas dr Fauji.
Saat anggota DPRD tersebut mendatangi ruang UGD untuk meminta diprioritaskan permintaannya, dr Fauji sedang menangani seorang pasien anak kecil umur satu tahun yang menderita sesak napas, dan butuh pertolongan segera.
"Theo Tahoni tidak mau bersabar. Sementara dr Fauji masih menangani pasien gawat darurat. Karena sudah menunggu tak sampai lima menit, Theo Tahoni lalu marah-marah," ungkap Robert Tjeunfin, Kepala Tata Usaha, RSUD TTU di Kefamenanu, Sabtu (27/07/2013).
Robert menambahkan, sikap yang dipertontonkan anggota dewan yang katanya terhormat itu, tidak sepatutnya ditunjukan pada dokter yang notabene adalah internship yang diperbantukan dari Kementrian Kesehatan Repoblik Indonesia untuk rumah sakit itu.
"Mereka sangat membantu, meskipun tidak dibiayai oleh pemda, mereka hanya dapat insentif dari kementerian. Apa jadinya kalau para dokter yang datang untuk membantu masyarakat secara gratis di sini, lalu anggota DPRD bersikap seperti itu," terang Robert kesal.
Sementara itu, dr Fauji Saut Sahata Nadea yang dihubungi mengakui, dirinya bekerja mendahulukan pasien yang kondisinya gawat sekali. Sementara permintaan formalin dari Bapak Theo Tahoni yang mengaku sebagai anggota DPRD tersebut, baru akan dipenuhi setelah dirinya melayani anak yang mengalami gangguan pernapasan itu.
"Dia tidak mau bersabar dan meminta saya segera penuhi permintaan dia, karena terlambat itu, maka bapak itu marah dan memaki. Bahkan ancam mau pukul saya sambil memberitahu kalau dirinya anggota DPRD," tukas dr Fauji.
(san)