Magelang waspadai peredaran daging gelonggongan

Selasa, 16 Juli 2013 - 20:05 WIB
Magelang waspadai peredaran...
Magelang waspadai peredaran daging gelonggongan
A A A
Sindonews.com - Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (Dispeterikan) Kota Magelang, akan memperketat pengawasan perdagangan daging sapi gelonggongan. Upaya tersebut sebagai tindakan antisipasi akibat maraknya perdagangan daging saat bulan Ramadan.

Kepala Dispeterikan Kota Magelang Sri Retno Murtiningsih mengatakan, pengawasan dilakukan disemua lokasi penjualan daging. Baik di pasar tradisional, maupun modern.

"Pengawasan ini bisa berupa sidak, yang dilakukan secara mendadak supaya lebih efektif," katanya, kepada wartawan, kemarin.

Sri menjelaskan, dalam pengawasan tersebut pihaknya akan berkerjasama dengan tim yustisi yang beranggotakan dari unsur kejaksaan, pengadilan, polresta, dinas kesehatan dan Satpol PP, di jalur lalu lintas yang disinyalir menjadi jalur peredaran daging gelonggong.

Sri mengungkapkan, meskipun dalam beberapa tahun terakhir peredaran daging gelonggongan di Kota Magelang cenderung menurun, tapi tidak dapat dipungkiri bahwa kota ini merupakan salah satu wilayah tujuan peredaran daging tersebut dari luar daerah.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai adanya daging gelonggongan yang di jual bebas di pasar, terutama menjelang Lebaran," lanjutnya.

Dijelaskannya, ciri-ciri daging sapi gelongongan itu, antara lain warna daging yang berwarna merah kusam, berkadar air cukup banyak, daging yang tidak kenyal. Daging ini juga biasanya lebih mahal ketimbang daging sehat.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pengawasan peredaran daging ayam gelonggong, ayam berformalin, dan ayam tiren.

"Cara mudah mengetahui ciri daging ayam berformalin adalah daging ayam yang dijual di pasar tradisional tidak dikerubuti lalat. Karena daging ayam yang sehat justru akan dikerubuti lalat," terangnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang juga bakal gencar merazia sejumlah apotek di kawasan setempat menjelang Lebaran tahun ini. Sasaran upaya tersebut adalah obat-obatan yang tidak berlabel dan berjenis G tanpa resep dokter yang akhir-akhir ini mudah beredar di masyarakat.

Kepala Dinkes Kota Magelang Pantja Kuntjoro mengatakan, dalam pelaksananaan penertiban yang dilakukan nantinya, pihaknya juga akan melibatkan apoteker dari puskesmas dan rumah sakit.

"Akan tetapi kami hanya sebatas pembinaan, bukan untuk memberikan sanksi atau tindakan langsung,” katanya, kemarin.

Menurutnya, yang berhak melaukan penyitaan apabila ada apotek yang terbukti melanggar adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sementara petugas dari Dinkes hanya berwenangn untuk memeriksa jenis obat dan kandungannya saja. Termasuk, kaitannya dengan obat jenis G tanpa resep dokter.

"Razia apotek akan digencarkan dalam rangka antisipasi tindakan negatif. Karena kalau beredar di masyarakat dampaknya bisa sangat buruk. Rutinnya selama sebulan sekali, tapi menjelang Lebaran perkiraannya lebih sering lagi,” tandasnya.
(san)
Berita Terkait
Miras Oplosan Tewaskan...
Miras Oplosan Tewaskan Sembilan Orang di Jepara
Pabrik Miras Produksi...
Pabrik Miras Produksi Ribuan Liter Digerebek Polisi di Sebuah Kebun
Bukan Hand Sanitizer,...
Bukan Hand Sanitizer, Pemuda di Makassar Tewas karena Tenggak Miras Oplosan
Polisi Dalami Kasus...
Polisi Dalami Kasus Miras Oplosan yang Tewaskan Pemuda di Makassar
Awas! Miras Oplosan...
Awas! Miras Oplosan Picu Kematian dan Risiko Kebutaan
Miras Merk Internasional...
Miras Merk Internasional Ini Ternyata Racikan Pria Asal Karanganyar
Berita Terkini
Gunung Semeru Erupsi...
Gunung Semeru Erupsi Setinggi 1.000 Meter, Waspada Awan Panas Guguran
6 menit yang lalu
Prakiraan Cuaca Jakarta...
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Hujan Sore hingga Malam
38 menit yang lalu
Sadis! Geng Motor Bacok...
Sadis! Geng Motor Bacok 2 Pengendara Motor di Flyover Cibodas Tangerang
48 menit yang lalu
Pramono Jadi Wakil Ketua...
Pramono Jadi Wakil Ketua C40 Cities, Fahira Idris: Dunia Akui Peran Strategis Jakarta
55 menit yang lalu
DPW Partai Perindo Bali...
DPW Partai Perindo Bali Solid dan Yakin Lolos Verifikasi Parpol Hadapi Pemilu 2029
2 jam yang lalu
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
9 jam yang lalu
Infografis
Makan Daging Kambing...
Makan Daging Kambing Menyebabkan Darah Tinggi, Mitos Atau Fakta?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved