Ini modus pria Jepang untuk gauli ABG Jembrana

Senin, 15 Juli 2013 - 06:19 WIB
Ini modus pria Jepang...
Ini modus pria Jepang untuk gauli ABG Jembrana
A A A
Sindonews.com - Kasus perdagangan anak di bawah umur di Kabupaten Jembrana , Bali, cukup mencengangkan banyak pihak. Hal itu karena banyaknya korban yang kebanyakan merupakan pelajar SMP dan SMA.

Bahkan, pelaku yang warga negara Jepang itu mengiming - imingi korban dengan bayaran Rp20 Juta untuk sekali kencan.

Dugaan Kasus perdagangan anak di kabupaten berjuluk "bumi makepung" ini tengah didalami Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Bali.

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirat, secara khusus datang ke Jembrana guna melakukan penelusuran atas kasus yang melibatkan warga asing asal Jepang. Sebut saja M.

“Saya yakin ada kejahatan human traffiking terhadap anak-anak di Jembrana dan itu dilakukan secara terstruktur. Ini didapat dari pengakuan para korban,” ujar Arist, Minggu (14/7/2013) malam.

Seorang korban sebut saja Bunga, mengenal pelaku dari sang bibi di sebuah gudang milik pelaku di Kecamatan Jembrana. Dia diimingi uang Rp5 juta untuk sekali kencan. Setelah korban diajak berhubungan intim diminta pelaku untuk berfose bertelanjang dada.

Untuk aksi ini pelaku memberi imbalan kepada korban uang sebesar Rp2 juta. Selain itu, korban juga diberi uang Rp1 juta untuk memijit tubuh pelaku. Rupanya, setelah tiga kali mengencani Bunga, pelaku mencari mangsa lain dengan iming-iming uang dalam jumlah besar.

"Korban mengaku sudah tiga kali diajak berhubungan intim pelaku dan dari tiga kali berhubungan itu korban menerima uang Rp17 juta lebih," sebutnya.

Berdasar pengakuan korban, sambung Arist, banyak temannya juga diajak berhubungan intim dengan pelaku. Kesemua korban selalu diberi imbalan besar oleh pelaku. "Bahkan ada sekali main diberikan sampai Rp 20 juta," imbuhnya.

Jumlah ini, tentunya cukup besar, apalagi buat ABG di sebuah kota kecil seperti di Jembaran. "Siapa saja pasti tergiur dengan uang sebesar itu. Apalagi latar belakang ekonomi keluarga korban pas-pasan,” katanya menambahkan.
(rsa)
Berita Terkait
Gus Sofwan Kecam Maraknya...
Gus Sofwan Kecam Maraknya Kasus Guru Lakukan Perbuatan Asusila dan Amoral
Ketua KPU Hasyim Asyari...
Ketua KPU Hasyim Asy'ari Dilaporkan ke DKPP Atas Dugaan Perbuatan Asusila
Polri Periksa 3 HP Milik...
Polri Periksa 3 HP Milik Eks Kapolres Ngada yang Rekam Perbuatan Asusila
Jurus Ampuh Dukun Cabul...
Jurus Ampuh Dukun Cabul di Lampung hingga Leluasa Cabuli 3 Tetangganya
Bareskrim Tangkap 3...
Bareskrim Tangkap 3 Predator Asusila Anak, Perbuatan Direkam Lalu Diperjualbelikan
Bejat! Pria Ini Seret...
Bejat! Pria Ini Seret dan Cabuli Anak di Bawah Umur saat Sholat di Masjid
Berita Terkini
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
5 menit yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
26 menit yang lalu
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
2 jam yang lalu
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
3 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
6 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
6 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved