3.840 warga di Pakenjeng Garut buta huruf

Senin, 01 Juli 2013 - 09:39 WIB
3.840 warga di Pakenjeng...
3.840 warga di Pakenjeng Garut buta huruf
A A A
Sindonews.com - Sebanyak 3.840 warga, di Dusun Sukamaju, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, hingga kini masih buta huruf. Ribuan warga di desa terpencil ini, tidak bisa membaca dan menulis, disebabkan oleh akses jalan yang minim.

Selain kondisi jalan setapak yang buruk, jarak antara dusun dengan sekolah terdekat berjarak 7 kilometer. Tokoh pemuda Dusun Sukamaju Tetep Taufiq (22) menuturkan, hal ini menjadi faktor utama para orangtua enggan menyekolahkan anak-anaknya.

"Apalagi pada musim hujan seperti saat ini, jalan yang hanya beralaskan tanah dan batu akan menjadi sangat licin sehingga dapat membahayakan para penggunanya," kata Tetep, kepada wartawan, kemarin.

Menurut Tetep, diperlukan waktu berjam-jam bagi anak-anak menuju ke sekolah. Bila masuk pagi, anak-anak harus berangkat dari rumah pukul 04.00 WIB dini hari.

"Berangkat jam 04.00 WIB saja sudah kesiangan, karena baru sampai di sekolah sekitar jam 08.00 WIB. Jadi bukan karena kesadaran warga untuk bersekolah atau menyekolahkan anaknya yang kurang. Namun, lebih kepada kondisi yang sangat menyulitkan," imbuh Tetep.

Meski demikian, lanjut dia, masyarakat masih dapat menggunakan angkutan ojek sebagai sarana transportasi menuju sekolah. Namun, biaya ongkos yang harus dikeluarkan untuk menggunakan ojek ini terbilang sangat mahal, yakni Rp30 ribu sekali berangkat.

"Ini jelas sangat memberatkan, jangankan untuk warga yang tinggal di daerah terpencil yang pengahasilannya hanya dari buruh tani, untuk masyarakat yang tinggal di kota besar saja hal ini juga pasti akan sangat menyulitkan," terangnya.

Lebih jauh Tetep menyebutkan, selain di Dusun Sukamaju, warga yang buta huruf juga dapat ditemukan di Dusun Pasirkaliki. Namun, bila dibandingkan dengan Dusun Sukamaju, jumlah warga yang buta huruf di dusun ini jauh lebih sedikit.

"Saya merasa sangat prihatin dengan kondisi warga di dua dusun tersebut. Oleh karena itu, saya minta pemerintah untuk segera turun tangan mengatasi tingginya angka buta huruf yang diakibatkan kondisi daerah sangat terpencil ini," tukasnya.
(san)
Berita Terkait
Pemprov Jawa Barat Antisipasi...
Pemprov Jawa Barat Antisipasi Gelombang Kedua COVID-19
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Pj. Bupati Bandung Barat...
Pj. Bupati Bandung Barat Terima Penghargaan Siddhakarya dari Pemprov Jawa Barat
Pak Uu: Kolaborasi Samakan...
Pak Uu: Kolaborasi Samakan Persepsi Jaga Alam
Epidemiolog Unpad Ingatkan...
Epidemiolog Unpad Ingatkan Bahaya Penyebaran COVID-19 di Pusat Niaga
Berita Terkini
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
56 menit yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
1 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
1 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
3 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved