Berkaca kasus Munarman, etika dialog di TV harus dibenahi

Minggu, 30 Juni 2013 - 10:52 WIB
Berkaca kasus Munarman,...
Berkaca kasus Munarman, etika dialog di TV harus dibenahi
A A A
Sindonews.com - Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) Bambang Wibawarta menilai harus ada aturan dan etika yang lebih ketat bagi media televisi untuk menyiarkan program dialog secara langsung (live).

Hal itu menyusul terjadinya insiden Panglima Komando Laskar Islam Front Pembela Islam (FPI) Munarman yang menyiram sosiolog Thamrin Amal Thomagola di tengah diskusi Apa Kabar Indonesia Pagi di TVOne, Jumat (28/6/2013).

Bambang menilai etika berdiskusi yang diterapkan oleh media televisi apalagi secara langsung masih belum dikembangkan dengan baik. Kejadian insiden tersebut, kata Bambang, bisa terjadi dibalik kamera maupun di luar kamera.

"Terlepas dari semua itu, di dalam media televisi belum ada etika berdiskusi. Belum dikembangkan dengan baik. Jadi ini bisa terjadi di luar kamera, bisa terjadi hal yang sama. Tak ada kesadaran bahwa acara ini dinikmati orang di dunia," ujar Wakil Rektor UI Bidang Pendidikan ini, di Kampus UI Depok, Minggu (30/06/2013).

Bambang menambahkan, citra atau image suatu bangsa dan negara dibentuk oleh media juga. Setiap MC atau pembawa acara dan moderator, lanjut Bambang, harus bisa menengahi setiap dialog, bukan memperuncing dialog.

"Kita coba duduk bersama, jangan diatur dari pemerintah. Kan ada organisasi perkumpulan Pemred, PWI, AJI. Moderatornya juga harus lebih bisa menengahi, kan pasti ada dinamika di dalam dialog itu, yang bisa merasakan adalah narsum yang bersangkutan. FPI kan di belakangnya ada gerbong, Pak Thamrin juga harus ada yang disampaikan. Apa yang terjadi di depan kamera dan di luar kamera bisa sama," ungkapnya.

Bambang mempersilakan jika kasus tersebut dibawa ke ranah hukum sebab hal itu menyangkut hak individu. Selama ini, lanjutnya, banyak etika atau kode etik jurnalistik yang terkadang diabaikan oleh media.

"Soal menuntut ke ranah hukum, itu haknya individu, damai di luar juga bisa kalau bisa dibicarakan. Tetapi substansinya tetap disampaikan. Setiap orang kan punya pandangan tentang satu hal, jadi harus menghargai," tandasnya.
(rsa)
Berita Terkait
Tiga Pasangan Haram...
Tiga Pasangan Haram Bukan Suami Istri di Kamar Kos Terjaring Razia di Cilegon
Terjaring Razia, 4 PSK...
Terjaring Razia, 4 PSK dan 2 Mucikari di Kota Parepare Diamankan Satpol PP
Sembilan Pasang Muda-mudi...
Sembilan Pasang Muda-mudi Terjaring Razia di Wisma
Ini Pasangan Mesum yang...
Ini Pasangan Mesum yang Terjaring Operasi Cempaka Krakatau di Lampung
Mucikari Kabur Digerebek...
Mucikari Kabur Digerebek Satpol PP usai Antarkan 2 PSK ke Hotel di Bukittinggi
Terjaring Operasi, Ini...
Terjaring Operasi, Ini Tampang Muncikari dan PSK Open BO di Pringsewu
Berita Terkini
Masyarakat Diimbau Jaga...
Masyarakat Diimbau Jaga Jarak Aman 3 Meter dari Jaringan dan Instalasi Listrik
1 jam yang lalu
Operasi Patuh Jaya 8-21...
Operasi Patuh Jaya 8-21 Juni 2026, Pengendara Copot Pelat Nomor Jadi Target
4 jam yang lalu
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Segera Disidang, Roy Suryo: Kayaknya Ini Didorong Termul yang Ngamuk
5 jam yang lalu
Kejari Manggarai Barat...
Kejari Manggarai Barat Setor Rp2 Miliar Uang Korupsi ke Kas Negara
5 jam yang lalu
Macet Parah, Pengendara...
Macet Parah, Pengendara Diminta Hindari Exit Tol Sentul Selatan
6 jam yang lalu
Ketua MKI Jateng Dukung...
Ketua MKI Jateng Dukung Percepatan EBT dan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik
6 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved